Tim Ekspedisi Patriot IPB University Perkuat Mutu Pascapanen dan Akses Pasar Hortikultura di Batu Betumpang

Tajam24Jam.Com BANGKA SELATAN, 12 Oktober 2026 — Tim Ekspedisi Patriot IPB University terus mendorong penguatan kapasitas petani hortikultura di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS). Pada pertemuan keenam, pembelajaran difokuskan pada penanganan prapanen dan pascapanen, khususnya sortasi dan grading, sebagai upaya meningkatkan mutu produk dan memperluas peluang akses pasar. Kegiatan ini menghadirkan akademisi Universitas Bangka Belitung, Dr. Evahelda, S.T.P., M.Si., sebagai narasumber, serta melibatkan petani dan perwakilan kelompok tani dari desa-desa sekitar kawasan. Dalam pemaparannya, Dr. Evahelda menjelaskan bahwa penanganan hasil panen yang tepat berperan penting dalam menjaga mutu produk hortikultura, mengurangi risiko kerusakan, dan meningkatkan peluang memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik. “Panen yang tepat tidak hanya berpatokan pada umur tanaman, melainkan kombinasi antara umur, kondisi fisik buah, dan tujuan pasar. Melalui pemisahan produk berkualitas (sortasi) dan pengelompokan kelas mutu (grading), produk petani dapat memenuhi kriteria pasar modern serta memiliki daya saing yang lebih tinggi,” jelasnya. Anggota Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Isa Abdullah Suparmono, S.P., menyampaikan bahwa penguatan pengetahuan pascapanen menjadi bagian penting dalam menghubungkan praktik budidaya dengan kebutuhan pasar. “Kami melihat potensi besar hortikultura di kawasan ini. Melalui pendampingan dan penyampaian informasi yang tepat, kami berharap hasil panen petani tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar mutu pasar yang bernilai tinggi,” ujarnya. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai pengalaman dan tantangan nyata petani. Sejumlah peserta, termasuk Mang Ayik dan Pak Rokip, mengemukakan kendala dalam mengakses pasar supermarket serta persoalan harga sayuran hidroponik yang belum selalu mencerminkan perbedaan karakteristik produknya dibandingkan sayuran konvensional. Menanggapi diskusi tersebut, salah satu peserta, Mas Andi, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, termasuk melalui pengendalian hama yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu hasil panen tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan produksi sejak tahap budidaya. Melalui FFBS, petani juga diajak memahami bahwa setiap saluran pemasaran memiliki persyaratan berbeda terkait mutu, volume, kontinuitas pasokan, dan penanganan produk. Karena itu, penerapan sortasi dan grading diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil, tetapi juga membantu petani menyesuaikan produknya dengan kebutuhan pembeli dan membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Kegiatan ditutup dengan praktik langsung sortasi dan grading pada sejumlah komoditas hortikultura, antara lain melon, cabai, pakcoy, dan kangkung. Peserta mempraktikkan pemilahan produk berdasarkan kondisi fisik dan karakteristik mutu sebagai bagian dari pembelajaran penanganan hasil panen. Melalui integrasi pembelajaran teknis dan aspek bisnis dalam FFBS, Tim Ekspedisi Patriot IPB University berharap petani semakin memahami bahwa keberhasilan usaha hortikultura tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu, memahami kebutuhan pembeli, dan memilih saluran pemasaran yang sesuai. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan fondasi usaha tani hortikultura yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang. (TIM JAMAL) Penulis Tim

Read More

KEBAKARAN HEBAT LANDA DUSUN SERDANG BANGKA SELATAN, 80 PERSEN RUMAH WARGA HANGUS

Tajam24Jam.Com BANGKA SELATAN, 10 Oktober 2026 – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Api yang diduga bermula dari kebakaran lahan gambut merembet hingga ke kawasan permukiman dan menghanguskan sebagian besar rumah warga. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kobaran api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah penduduk. Sekitar 80 persen rumah warga dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan besar di kawasan permukiman dan memicu upaya pemadaman secara intensif.Warga bersama aparat penegak hukum (APH) dari Polsek Simpang Rimba serta petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api agar tidak semakin meluas. Situasi di lokasi menjadi perhatian serius, mengingat besarnya kobaran api dan dampaknya terhadap tempat tinggal masyarakat. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi pasti mengenai jumlah korban jiwa maupun kemungkinan adanya warga yang mengalami luka-luka. Penyebab pasti kebakaran serta total kerugian materiil juga masih memerlukan pendataan dan konfirmasi dari pihak berwenang. Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi warga Dusun Serdang yang rumahnya terdampak kebakaran. Penanganan darurat, pendataan korban, serta bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal menjadi kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan jumlah rumah yang terbakar, kondisi seluruh warga, serta penyebab awal munculnya api. Informasi resmi mengenai korban dan kerugian masih menunggu hasil penanganan di lapangan.(TIM JAMAL) Penulis Tim

Read More

Kurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia, Tim Ekspedisi Patriot IPB University Dorong Petani Kawasan Batu Betumpang Kembangkan Pupuk Organik

Tajam24Jam.Com Bangka Selatan, 19 September 2026 — Di tengah meningkatnya harga pupuk kimia dan tantangan ketersediaan input pertanian, petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang mulai didorong memanfaatkan sumber daya lokal sebagai bagian dari transisi menuju pertanian yang lebih berkelanjutan. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan dan pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) yang diselenggarakan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University pada Sabtu (19/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 petani penggerak dan turut dihadiri Kepala Desa Panca Tunggal, Nurdin, serta Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Thoha Maksum. Pelatihan menjadi bagian dari rangkaian Farmer Field and Business School (FFBS) yang dikembangkan TEP IPB University di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang. Melalui pelatihan tersebut, petani mempraktikkan pembuatan POC dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pendekatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan petani menyediakan input secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap input kimia secara bertahap. Kepala Desa Panca Tunggal, Nurdin, menilai kenaikan harga pupuk kimia menjadi salah satu alasan penting bagi petani untuk mulai mencari alternatif. “Pupuk kimia mulai mahal, sehingga memang petani harus memanfaatkan bahan yang ada dengan membuat pupuk organik. Diharapkan petani yang hadir di FFBS ini dapat menerapkan praktik yang dilaksanakan pada FFBS,” ujar Nurdin. Narasumber pelatihan, Suhudi, menekankan bahwa pengembangan pertanian organik tidak harus dimulai dengan teknologi yang rumit atau bahan yang sulit diperoleh. “Organik itu mencari yang mudah, bukan yang sulit,” ungkap Suhudi. Menurutnya, pendekatan tersebut relevan dengan kondisi pertanian setempat yang menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan air pada lokasi tertentu dan kondisi tanah yang relatif masam. Namun, perubahan menuju praktik yang lebih organik membutuhkan proses karena petani telah lama menggunakan input kimia dalam kegiatan budidaya. Karena itu, TEP IPB University mendorong proses transisi secara bertahap. Petani tidak hanya diperkenalkan pada alternatif input, tetapi juga didorong untuk mencoba, mengevaluasi, dan menyesuaikan praktik tersebut dengan kondisi lahan dan usaha tani masing-masing. Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Thoha Maksum, berharap kegiatan Ekspedisi Patriot dapat menjadi awal munculnya praktik baru yang dapat terus dikembangkan oleh petani. “Diharapkan ada gebrakan baru untuk menuju pertanian organik. Program TEP dari IPB saat ini juga sudah mulai menuju ke organik. Harapannya setelah program ini selesai, petani dapat meneruskan penggunaan organik,” ujarnya. Antusiasme serupa disampaikan salah satu peserta FFBS, Ayik Sofyan. Menurutnya, pelatihan tersebut relevan di tengah meningkatnya harga dan kendala ketersediaan pupuk. “Sangat mendukung para petani yang saat ini harga pupuk mahal dan sulit didapatkan. Dengan adanya kegiatan kita meracik pupuk organik, mudah-mudahan petani tertarik dan memakai pupuk organik,” ujar Ayik. Pelatihan POC bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Melalui FFBS, TEP IPB University mendorong petani belajar melalui praktik langsung sekaligus membangun 18 petani penggerak yang diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan pengalaman kepada petani lainnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari proses membangun pertanian yang lebih berkelanjutan di Batu Betumpang. Perubahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lahan, kemampuan petani, kelayakan ekonomi, dan akses pasar. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada kemampuan membuat pupuk organik. Yang lebih penting adalah tumbuhnya kapasitas petani untuk memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan terhadap input kimia, dan melanjutkan proses pembelajaran setelah program Ekspedisi Patriot berakhir. (Tiem Jamal) Penulis Tim

Read More

Desa Sumber Jaya Permai Raih Terbaik I Pelaporan Posbankum se-Bangka Belitung

Tajam24Jam.Com BANGKA SELATAN, 19 Agustus 2026 — Desa Sumber Jaya Permai, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil meraih penghargaan Terbaik I Pelaporan Layanan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan Tahun 2026 se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penghargaan tersebut diterima Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Toha Maksum, dalam Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke-81 Tahun 2026, Rabu (19/8/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung. Sumber Jaya Permai menjadi yang terbaik, mengungguli Desa Badau, Kabupaten Belitung sebagai Terbaik II dan Desa Air Buluh, Kabupaten Bangka sebagai Terbaik III. Capaian tersebut menjadi prestasi membanggakan bagi Desa Sumber Jaya Permai karena berhasil menjadi yang terbaik di tengah banyaknya Posbankum yang telah terbentuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan Laporan Layanan Posbankum per 21 April 2026, tercatat sebanyak 393 Posbankum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan total 653 layanan. Data tersebut menunjukkan bahwa layanan bantuan hukum berbasis desa telah berkembang di berbagai wilayah di Babel. Toha Maksum mengatakan, komitmen dalam membantu penyelesaian persoalan hukum masyarakat telah dilakukan sejak dirinya mengikuti program Paralegal Justice World pada 2023. “Dari tahun 2023 saya mengikuti Paralegal Justice World. Sejak saat itu, saya sebagai Kepala Desa Sumber Jaya Permai berusaha menyelesaikan perselisihan masyarakat di tingkat desa. Bahkan yang sudah sampai ke kepolisian pun kami usahakan untuk mediasi di tingkat desa,” ujarnya. Menurut Toha, keberadaan Posbankum menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan hukum melalui musyawarah dan mediasi di tingkat desa. “Dengan adanya Posbankum di desa, menjadi wadah untuk menyelesaikan permasalahan hukum,” katanya. Selain penghargaan untuk Desa Sumber Jaya Permai, dalam kegiatan tersebut Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung juga memberikan sejumlah penghargaan kepada pemerintah daerah dan lembaga lainnya. Di antaranya, Bupati Bangka menerima penghargaan atas Nilai Istimewa Penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2026. Bupati Belitung meraih Terbaik I Pengelolaan JDIH Tahun 2025 sekaligus Nilai Istimewa Penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2026. Sementara Bupati Belitung Timur meraih Terbaik II Pengelolaan JDIH Tahun 2025. Dengan penghargaan ini, Desa Sumber Jaya Permai menunjukkan bahwa desa di tingkat kecamatan pun mampu menjadi yang terbaik di tingkat provinsi ketika pelayanan dan komitmen terhadap masyarakat dijalankan secara konsisten. Penulis Tim

Read More

Tim Ekspedisi Patriot dan Pemkab Bangka Selatan Berkolaborasi Bangun Transmigrasi Batu Betumpang Berbasis Pertanian Organik

Tajam24Jam.Com Bangka Selatan, 3 Agustus 2026 – Tim Ekspedisi Patriot IPB University menggelar audiensi dan koordinasi teknis bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Senin (3/8). Pertemuan ini menjadi langkah awal sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian Transmigrasi, dan pemerintah daerah dalam mempercepat pengembangan Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang menuju sistem pertanian berkelanjutan. Audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, menyambut positif kolaborasi strategis ini.“Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pertanian yang berkelanjutan,” ujar Debby. Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Ekspedisi Patriot 2026 IPB University, Dr. Suprehatin, S.P., M.A.B., memaparkan bahwa program pendampingan akan berfokus pada penguatan transisi praktik pertanian organik secara bertahap dan partisipatif. Rangkaian program pendampingan meliputi: Edukasi teknik budidaya ramah lingkungan dan pemanfaatan pupuk organic, Penguatan kapasitas kelompok tani dan kelembagaan ekonomi Masyarakat, dan Pendampingan peningkatan nilai tambah produk pertanian agar lebih berdaya saing. Dr. Suprehatin menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat lokal sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan percontohan yang mengintegrasikan pembangunan wilayah dengan sistem pertanian organik yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Penulis Tim

Read More

Danrem 045/Garuda Jaya Tinjau Koramil 432-02/Payung dan Resmikan Jembatan Garuda

Tajam24Jam.Com Bangka Selatan, 2 Juli 2026 – Komandan Korem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, S.E., M.I.Pol., melaksanakan kunjungan kerja ke Koramil 432-02/Payung, jajaran Kodim 0432/Bangka Selatan, yang berlokasi di Jalan Batin Tikal, Desa Payung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (2/7/2026). Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan satuan sekaligus untuk memastikan kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas pembinaan teritorial di wilayah. Dalam kesempatan itu, Danrem memberikan pengarahan kepada prajurit serta meresmikan Jembatan Garuda di Desa Payung. Jembatan Garuda yang diresmikan merupakan satu dari tujuh jembatan yang telah berhasil dibangun oleh Kodim 0432/Bangka Selatan. Pembangunan jembatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan infrastruktur, memperlancar akses transportasi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah. Dalam arahannya, Brigjen TNI Nur Wahyudi menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan integritas sebagai prajurit TNI AD. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menghindari segala bentuk pelanggaran serta terus meningkatkan kualitas pembinaan teritorial melalui peran aktif Babinsa yang selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Menurut Danrem, keberadaan Jembatan Garuda diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas warga, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, hingga meningkatkan konektivitas antarwilayah sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Dandim 0432/Bangka Selatan, Letkol Inf Agus Wicaksono, menyampaikan bahwa kunjungan kerja Danrem menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. “Arahan yang diberikan Danrem menjadi pedoman bagi seluruh prajurit untuk terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pembinaan teritorial yang optimal, sekaligus memberikan pengabdian terbaik dalam mendukung pembangunan di wilayah Bangka Selatan,” ujar Dandim. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pembinaan teritorial yang kuat serta berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pendim 0432/Bangka Selatan

Read More

Sat Reskrim Polres Basel Bongkar Peleburan Timah Ilegal Tengah Malam, 13 Balok Timah dan Puluhan Karung Bahan Baku Diamankan

Tajam24Jam.Com BANGKA SELATAN, 7 Mei 2026 — Aktivitas pengolahan dan peleburan timah ilegal skala rumahan di wilayah Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, akhirnya terbongkar. Dalam operasi yang digelar Rabu malam hingga Kamis dini hari (07/05/2026), Satuan Reserse Kriminal Polres Bangka Selatan berhasil mengamankan empat tersangka beserta puluhan barang bukti berupa balok timah, bahan baku timah, hingga perlengkapan peleburan lengkap.Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peleburan timah secara sembunyi-sembunyi di sebuah pondok kebun kawasan Desa Tukak. Menindaklanjuti informasi itu, sekitar pukul 01.00 WIB, Tim Unit II Tipidsus Sat Reskrim Polres Basel yang dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Imam Satriawan, SH, M.Si bergerak menuju lokasi.Sekitar pukul 02.00 WIB, petugas menemukan pondok yang diduga dijadikan tempat pengolahan timah ilegal. Saat penggerebekan berlangsung, para pelaku diketahui tengah aktif melebur bahan baku jenis slak atau slek timah menjadi balok timah siap jual. Dari hasil pemeriksaan awal, salah satu tersangka mengakui aktivitas tersebut berjalan tanpa izin resmi dari instansi berwenang. Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial RZ (45), IS (50), RSD (47), dan PND (34). Mereka merupakan warga Desa Tukak, Kecamatan Tukak Sadai. Saat ini seluruh tersangka telah diamankan di Rutan Polres Bangka Selatan guna menjalani proses hukum lebih lanjut.Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita barang bukti dalam jumlah besar, di antaranya 13 balok timah dengan total berat sekitar 147,5 kilogram, 34 karung timah gros, 31 karung timah slak/slek, serta 71 karung arang. Selain itu, aparat juga mengamankan berbagai alat peleburan seperti blower, tungku kowi, cetakan balok, timbangan, gerinda, trafo las, dan perlengkapan pendukung lainnya. Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Imam Satriawan, SH, M.Si menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan maupun pengolahan timah ilegal di wilayah hukum Bangka Selatan.“Kami akan terus melakukan penindakan terhadap aktivitas ilegal yang merugikan negara dan berpotensi merusak tata niaga pertambangan. Semua proses akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 161 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, sebagaimana telah diperbarui melalui UU Nomor 2 Tahun 2025.Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa setiap orang yang menampung, mengolah, memurnikan, mengangkut maupun memperjualbelikan hasil tambang yang tidak berasal dari pemegang izin resmi seperti IUP, IUPK, IPR maupun SIPB dapat dipidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Kasus ini pun kembali menjadi sorotan publik di tengah maraknya dugaan aktivitas pengolahan timah ilegal skala rumahan yang masih beroperasi secara tersembunyi di sejumlah wilayah Bangka Belitung. Aparat penegak hukum diminta konsisten melakukan penindakan hingga ke jalur distribusi dan penampung akhir agar praktik serupa tidak terus berulang. (TIM JAMAL)

Read More

Sinergi TNI dan Masyarakat, Jembatan Garuda Mulai Dibangun

Tajam24Jam.Com Bangka Selatan 26 Maret 2026 – TNI AD melalui Kodim 0432/Bangka Selatan melaksanakan kegiatan ground breaking (peletakan batu pertama) pembangunan Jembatan Garuda di Desa Ranggung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (26/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara video conference bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Acara berlangsung di halaman Kantor Desa Ranggung dan dihadiri unsur Forkopimcam serta masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis,.M.D.A menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan konektivitas antarwilayah. “Pembangunan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Dandim 0432/Bangka Selatan Letkol Inf Agus Wicaksono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program karya bakti TNI dengan sasaran beberapa titik jembatan di wilayah Bangka Selatan. “Dengan terbangunnya jembatan ini, diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta memberikan dampak positif bagi perekonomian warga,” ungkapnya. Selain kegiatan ground breaking, juga dilaksanakan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian TNI AD kepada rakyat.Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (JAMAL)

Read More

Tim Tipiter Mabes Polri Geledah Rumah dan Gudang Penggorengan Pasir Timah di Bangka Selatan, 13 Orang Diamankan

Tajam24Jam.Com BANGKA SELATAN, 22 Februari 2026 – Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Polri yang dipimpin langsung Brigjen Pol M. Irhamni melakukan penggeledahan sebuah rumah dan gudang yang diduga menjadi tempat penggorengan pasir timah, Minggu (22/2/2026), di Desa Keposang, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan penyelundupan pasir timah ke luar negeri, khususnya ke Malaysia. Dalam operasi itu, tim gabungan Tipiter Mabes Polri bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) turut memasang garis polisi (police line) pada sejumlah barang bukti, termasuk satu unit mobil mewah Ferrari berwarna kuning, berangkas, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut. Dalam keterangan yang disampaikan di lokasi, Brigjen Pol M. Irhamni mengungkapkan bahwa sebelumnya tim telah menangkap 11 tersangka yang kini ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Dari hasil pengembangan, aparat kembali mengamankan dua tersangka tambahan berinisial D dan C. “Dengan penangkapan ini, kami menilai konstruksi perkara dari hulu hingga hilir sudah semakin lengkap. Modus operandi dan pola jaringan sudah kami petakan,” ujarnya. Ia juga menyebut, pengungkapan kasus serupa telah dilakukan berulang kali. Berdasarkan data yang dihimpun penyidik, dugaan penyelundupan pasir timah ke Malaysia disebut mencapai sekitar 12 ribu ton per tahun, dengan estimasi potensi kerugian negara mencapai Rp22 triliun. Angka tersebut, menurutnya, merujuk pada data asosiasi eksportir timah Indonesia yang tengah didalami lebih lanjut oleh penyidik. Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. “Kami berharap tidak ada lagi pelaku yang mencoba melakukan praktik serupa. Kami juga meminta Dirkrimsus Polda Babel untuk terus melanjutkan pengusutan apabila ditemukan indikasi baru,” katanya. Terkait sosok yang disebut sebagai bos berinisial Asui, yang diduga sebagai pemodal sekaligus pemilik pasir timah dalam perkara ini, aparat menyatakan masih melakukan pengejaran. Polisi memastikan status sejumlah aset masih dalam penelusuran dan pengamanan (status quo).“Kami masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan. Apabila berada di dalam negeri akan kami tindak. Jika berada di luar negeri, kami akan bekerja sama dengan Hubungan Internasional Polri dan Interpol,” tegasnya.Polisi juga mengimbau tersangka lain yang belum tertangkap agar segera menyerahkan diri. “Kami persilakan menyerahkan diri sebelum dilakukan upaya paksa,” tambahnya. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebutkan dalam perkara ini. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi kepada kuasa hukum maupun keluarga yang bersangkutan guna mendapatkan keterangan berimbang. Pengungkapan ini disebut sebagai bagian dari komitmen penegakan hukum sesuai arahan Presiden agar tidak ada lagi sumber daya alam Indonesia yang diselundupkan ke luar negeri. Aparat menegaskan, sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Selatan. ( Tim )

Read More

Kapolsek Payung Aiptu Marto Sudomo, Bersama Kapolsek Simpang Rimba Iptu Mardian Syafrizal, S.pd  memberikan surprise untuk merayakan HUT TNI ke-80,. Mereka datang membawa nasi tumpeng untuk anggota TNI, Pemandangan ini terjadi di koramil 02 payung – kodim/Basel.,

Tajam24Jam.Com Bangka Selatan, 11 Oktober 2025 – Rombongan anggota kepolisian Polsek simpang Rimba bersama rombongan Polsek Payung datang untuk memberikan Ucapan Selamat Ulang Tahun TNI ke-80, kedatangan ini tidak lupa memberikan Koramil payung/Basel tersebut dalam rangka memberikan ucapan selamat hari ulang tahun TNI yang ke-80, Selain itu juga sebagai bentuk sinergitas antara TNI – Polri di Bangka selatan. Di ulang tahun TNI yang ke-80 ini mudah-mudahan dapat menjadikan kita semakin solid, semakin sinergis dalam melaksanakan tugas-tugas, karena TNI Polri merupakan organisasi vertikal yang merupakan pemersatu, tulang punggung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serta mendoakan juga agar TNI semakin jaya, kuat dan kompak menjaga keutuhan NKRI. “Semoga jajaran TNI semakin maju, semakin profesional, dekat dengan masyarakat, karena TNI adalah kita,” ucapnya. “Semoga dengan usia yang sudah bertambah  tahun ini, TNI semakin profesional, TNI semakin maju dan sukses dalam melaksanakan tugas”. (Jamal Team)

Read More