MUNIR ABDUL HARIS HADIRI PARIPURNA: 12 RAPERDA INISIATIF DPRD LAMPUNG DIBUKA, SALAH SATU TENTANG ANTI-LGBT

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 8 September 2026 — Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, S.Sos.I., turut hadir dalam Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I penyampaian 12 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisiatif DPRD Provinsi Lampung, yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna, Selasa (8/9/2026). Dari belasan rancangan perda yang dibahas, salah satunya adalah Raperda tentang Anti-Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), yang menjadi perhatian khusus untuk perlindungan generasi muda di Lampung . Berikut daftar lengkap 12 Raperda inisiatif DPRD Lampung yakni, Pengelolaan Sumber Daya Air, kedua Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat bagi Perusahaan Perkebunan, ketiga Pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming), keempat, Tata Kelola dan Hilirisasi Ubi Kayu. Pengesahan raperda kelima yakni terkait, Pengelolaan Barang Milik Daerah, enam Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil, tujuh Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutandan Pertambangan Rakyat. Sentara itu sebilan raperda mengesahkan terkait, Anti-LGBT dan sepuluh Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, sebelas Desa Wisata, serta sebelas Penyelenggaraan Urusan Kelautan dan Perikanan Disela-sela acara, Munir Abdul Haris menyambut baik langkah tersebut, terutama terkait Raperda Anti-LGBT. “Kami sangat mendukung upaya perlindungan keluarga dan generasi muda Lampung dari pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai agama, budaya, dan norma kesusilaan yang hidup di masyarakat. Raperda ini menjadi benteng kita bersama menjaga masa depan anak-anak Lampung,” ujarnya. Selain itu, ia menilai keseluruhan 12 Raperda yang diajukan menyentuh kepentingan rakyat secara luas — mulai dari pangan, ekonomi kerakyatan, pengelolaan sumber daya alam, pendidikan, hingga pariwisata. “Semua ini harus dibahas secara mendalam, transparan, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Agar perda yang lahir benar-benar melindungi dan menyejahterakan rakyat Lampung, bukan sekadar dokumen di atas kertas,” tegas Munir. Bapemperda DPRD Provinsi Lampung menyatakan seluruh proses pembahasan berjalan sesuai mekanisme, dengan naskah akademik yang telah tersedia dan siap dibahas lebih lanjut . Wakil Gubernur Lampung turut menghadiri rapat paripurna tersebut. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

PKKMB HARI KEDUA UNIMAL: FASILITAS KAMPUS, RISET, HINGGA PEMBEKALAN BELA NEGARA

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 8 September 2026 — Universitas Malahayati gelar PKKMB hari kedua bagi 1.196 mahasiswa baru di Gedung Graha Bintang, Selasa. Kegiatan berlangsung runtut dari pagi hingga sore dengan dua sesi utama. Sesi Pagi, Diisi pengenalan fasilitas kampus yakni, UPT Balai Bahasa dan program unggulan & fasilitas pembelajaran bahasa asing. Perpustakaan, akses keanggotaan, katalog digital, ruang baca riset. Selanjutnya dari LPPM, mengaajak mahasiswa terlibat penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Satgas PPKPT mengajak untuk komitmen kampus bebas kekerasan serta perundungan, jalur pelaporan. Sementara itu, untuk Sesi sore menghadirkan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi beri pembekalan Bela Negara. Empat pilar ditekankan: Pancasila & NKRI, Profil Pelajar Pancasila, kesadaran bela negara, serta pencegahan paham radikal. “Kalian calon pemimpin sekaligus benteng moral bangsa. Cintai tanah air, jaga toleransi, bentengi diri dari radikalisme. Teguh pada Pancasila demi keutuhan NKRI.”tegas Pangdam XXI/ Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi Pada, Selasa (8/9/2026). Hadir mendampingi, Wakil Rektor I–IV Universitas Malahayati. Komitmen kampus: cetak generasi cerdas, berintegritas, berjiwa nasionalis. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

Hasil Survei Lapangan, PWDPI Bakal Anugerahi Penghargaan Dua Mitra SPPG

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 2 September 2026 — Penghargaan PWDPI Award Sustainability 2026 juga akan diserahkan kepada dua mitra penyedia pangan bergizi pada puncak peringatan HUT Ke-4 PWDPI, tanggal 22 September 2026. Para penerima dipilih berdasarkan hasil survei langsung di lapangan. Dua penerima penghargaan tersebut adalah Sri Rahayu, pemilik Mitra SPPG Lempuyang, Bandar 02, Kabupaten Lampung Tengah, serta Sri Setyo Lestari, Mitra SPPG Sumber Jaya 3, Kabupaten Lampung Selatan. Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, menjelaskan pemberian penghargaan ini bukan didasarkan rekomendasi semata, melainkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan langsung di lapangan. Hal ini untuk memastikan penerima benar-benar menunjukkan pelayanan prima, ketulusan, serta konsistensi dalam menyajikan makanan bergizi bagi masyarakat. “Kami tidak memilih berdasarkan siapa yang paling dikenal. Kami turun langsung, melihat, dan mendengar dari warga. Hasil survei di lapangan menunjukkan: Ibu Sri Rahayu dan Ibu Sri Setyo Lestari adalah mereka yang benar-benar melayani dengan hati, menjaga kualitas, dan dipercaya oleh masyarakat sekitar,” tegas M. Nurullah RS. Kepada Sri Rahayu, penghargaan diberikan atas keteguhan menjaga standar kebersihan dan kualitas gizi setiap hari, serta menjadikan dapur tempatnya mengabdi sebagai sumber harapan bagi anak-anak penerus bangsa. Sementara itu, Sri Setyo Lestari diapresiasi atas konsistensi menyediakan pangan yang sehat dan layak, serta kedekatan yang tulus dengan warga di lingkungannya. Penyerahan penghargaan akan dilaksanakan resmi pada acara puncak peringatan HUT Ke-4 PWDPI, 22 September 2026. PWDPI berharap penghargaan ini menjadi teladan, sehingga semakin banyak pihak yang melayani dengan tulus dan menjaga kualitas demi kesehatan masyarakat. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

UMKM MERAH PUTIH PWDPI IKUTI LOMBA PERINGATI HUT RI KE-81 DI DINAS PERINDAG PROVINSI LAMPUNG

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 19 Agustus 2026 — Pengurus dan anggota UMKM Merah Putih PWDPI turut serta meriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 melalui kegiatan perlombaan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Rabu (19/8/2026) di halaman depan kantor dinas. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Zimmi Skil Sauki Shobier. Turut hadir Istri Kepala Dinas, Ibu Tira Paraniba S, SH., MH., yang berfoto bersama para pelaku UMKM sebagai tanda dukungan. Dalam sambutannya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Zimmi Skil Sauki Shobier mengatakan, Kegiatan ini saya buka untuk membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dengan kerja nyata. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Saya sangat mengapresiasi kehadiran UMKM Merah Putih PWDPI dan seluruh kelompok usaha yang turut berpartisipasi. Teruslah berkarya, tingkatkan kualitas produk, dan saling mendukung. Pemerintah siap mendampingi dan memfasilitasi agar produk lokal Lampung semakin dikenal luas, baik di pasar nasional maupun ekspor. Bersama kita bangun kemandirian ekonomi yang kokoh dari akar rumput.”ujarnya. Dikesempatan yang sama, Ketua Umum UMKM Merah Putih PWDPI, Santi Dessyani, SE, mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perindag Provinsi Lampung atas penyelenggaraan kegiatan yang penuh makna ini. “Kehadiran kami adalah wujud semangat merdeka yang nyata — saling bergandengan tangan, belajar bersama, dan mengangkat derajat usaha rakyat. Melalui lomba estafet produk dan tebak produk UMKM, kami tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mempererat kekompakan serta mengenal kekayaan karya saudara-saudara kami sesama pelaku usaha. Kami berkomitmen terus berinovasi, menjaga kualitas, dan memajukan ekonomi keluarga serta masyarakat. Semoga kebersamaan ini membawa berkah dan kemajuan bagi UMKM di bumi Lampung.”katanya. Kegiatan juga didampingi oleh Leni Sriharyanti, SHI., M.Pd., yang menyampaikan lomba ini melatih kerja sama tim sekaligus memperkenalkan ragam produk unggulan lokal. “UMKM Merah Putih PWDPI berkomitmen terus aktif berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat dan menjalin kerja sama dengan instansi terkait demi kemajuan ekonomi kerakyatan,”pungkas Leni. (Humas PWDPI) Penulis Tim

Read More

MERIAHNYA HUT KE-41 BENDUM DPP PWDPI, ROSITA GOSI, DI RUMAH MAKAN ALUN-ALUN KEPAYANG BANDAR LAMPUNG

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 18 Agustus 2026 — Suasana penuh kebahagiaan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun ke-41 Bendahara Umum DPP PWDPI, Rosita Gosi, yang digelar di Rumah Makan Alun-alun Kepayang, Kota Bandar Lampung, Selasa (18/8/2026). Perayaan berlangsung khidmat dan meriah sejak pukul 13.00 WIB, dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, jajaran pengurus pusat, pengurus daerah, anggota Panitia Pelaksana HUT Ke-4 PWDPI. Acara dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan pemberian bunga serta hadiah sebagai tanda kasih sayang dan penghormatan. Dalam sambutannya, Rosita Gosi menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT atas segala rahmat dan umur yang dikaruniakan. “Saya bersyukur sekali bisa merayakan usia ke-41 bersama keluarga besar PWDPI. Kehadiran Bapak/Ibu/Saudara sekalian adalah kebahagiaan terbesar bagi saya. Semoga di usia ini, saya dapat semakin bermanfaat, berkontribusi lebih besar bagi organisasi, dan senantiasa menjadi pendamping yang setia serta pengurus yang amanah,” ujarnya haru disambut tepuk tangan hangat. Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, turut mengucapkan selamat ulang tahun sekaligus mendoakan kesehatan dan keberkahan. “Selamat ulang tahun ke-41, Ibu Rosita Gosi. Terima kasih atas dedikasi, kesetiaan, dan kerja keras Ibu dalam mengelola keuangan serta menjaga keharmonisan organisasi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan untuk Ibu sekeluarga. Semoga kebersamaan kita terus terjaga hingga HUT Ke-4 PWDPI nanti berjalan sukses dan lancar,” tegasnya. Acara juga diisi dengan ramah tamah, diskusi hangat terkait persiapan dan penggalangan dana HUT Ke-4 PWDPI, serta pertukaran ucapan dan doa dari seluruh pengurus yang hadir. Suasana semakin akrab dan penuh keakraban, mempererat tali silaturahmi antar seluruh elemen PWDPI. Perayaan ditutup dengan foto bersama dan doa bersama untuk kesuksesan organisasi PWDPI serta kebahagiaan dan keselamatan Ibu Rosita Gosi dan keluarga. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

ANGGOTA DPR RI, DR. H. MUHAMMAD KADAFI: DIGITAL MARKETING DAN MANAJEMEN USAHA DUA KUNCI MAJU UMKM

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 15 Agustus 2026 — Anggota DPR RI Komisi X, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menegaskan penguasaan pemasaran digital dan manajemen usaha yang sehat adalah dua kekuatan yang harus dimiliki pelaku UMKM agar mampu bersaing di era modern. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis untuk UMKM yang diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai pemateri utama, pada Sabtu (15/8/ 2026), di Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat”, dan diselenggarakan di dua lokasi sekaligus dengan materi yang saling melengkapi. Untuk kegiatan Di Hotel Golden Tulip, menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM, membekali peserta dengan kemampuan mempromosikan dan menjual produk melalui saluran digital secara luas. Sementara itu secara terpisah, di Hotel Horison mengusung tema, Pelatihan Manajemen UMKM, membekali peserta dengan kemampuan mengelola keuangan, operasional, dan pengembangan usaha agar tumbuh sehat dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Kadafi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menyasar dua kemampuan krusial ini bersama pemateri dari BRIN. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Produk unggulan Lampung harus mampu ditemukan, dikenal, dan dibeli oleh siapa saja, di mana saja. Namun kemajuan pemasaran harus ditopang dengan manajemen usaha yang rapi, terencana, dan sehat agar pertumbuhan usaha benar-benar berkelanjutan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Umum PWDPI sekaligus Pembina UMKM Merah Putih PWDPI, M. Nurullah RS, memberikan apresiasi mendalam. Menurutnya, pembagian materi di dua lokasi ini sangat tepat sasaran karena membekali pelaku UMKM dengan kemampuan yang saling melengkapi. “Pemasaran digital adalah jembatan yang menghubungkan produk lokal dengan pasar seluas dunia. Sementara manajemen yang baik adalah fondasi agar usaha terus tumbuh sehat dan tidak mudah goyah. Semangat para pelaku UMKM untuk terus belajar dan beradaptasi patut didukung sepenuhnya. Semoga ilmu yang didapat hari ini segera berbuah peningkatan penjualan dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar M. Nurullah RS. Ia juga berharap agar pelatihan semacam ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelaku usaha, sehingga UMKM Merah Putih PWDPI dan pelaku usaha lainnya di Lampung khususnya dan umumnya seluruh Indonesia semakin tangguh, mandiri, dan mampu menembus pasar yang lebih luas. “Sebagai organisasi Pers, PWDPI saat ini sudah ada di 30 Provinsi dan memiliki lebih dari 1200 media Group siap mensuport pelaku UMKM dan Koperasi, husisnya di Provinsi Lampung dan Umumnya diseluruh Indonesia”, Pungkasnya. (Humas PWDPI) Penulis Tim

Read More

PERESMIAN KANTOR LLI & HAM BEBAY LAMPUNG: 200 ORMAS DIPERTANYAKAN, KEKAYAAN SDA HARUS KEMBALI UNTUK WARGA

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 14 Agustus 2026— Peresmian Kantor Laskar Lampung Indonesia (LLI) dan HAM Bebay Lampung berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai elemen organisasi serta tokoh masyarakat. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Lampung Indonesia (LLI), Ir. Nerozely Agung Putra, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga warisan leluhur. “Generasi penerus Lampung wajib melestarikan adat istiadat dan budaya Lampung agar tidak hilang ditelan zaman. Itu adalah jati diri yang tak boleh ditinggalkan,” tegasnya, pada Jum, at (14/8/2026). Dia menambahkan, LLI hadir sebagai wadah persatuan putra-putri Lampung yang bertekad memperjuangkan kepentingan daerah secara bermartabat dan berlandaskan adat istiadat. “Kami berdiri bukan untuk kepentingan kelompok semata, melainkan untuk Lampung. Laskar Lampung Indonesia akan menjadi garda terdepan dalam menjaga harkat martabat masyarakat, mengawal pengelolaan sumber daya alam, serta mempererat persaudaraan antar elemen masyarakat di Bumi Ruwa Jurai,” ujar Ir. Nerozely Agung Putra. Sementara itu, Ketua Dewan Pembina LLI, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, S.Ik., SH., MH., dalam sambutannya menyoroti peran organisasi kemasyarakatan di provinsi ini. “Tercatat tak kurang dari 200 ormas beraktivitas di Lampung. Pertanyaannya: apa yang telah diperbuat untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat?” Beliau juga menegaskan bahwa Lampung kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), namun kekayaan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara adil oleh masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut: Ketua Umum PWDPI, M. Nurullah RS serata Bendahara Umum PWDPI, Rosita Gosi, Ketua Umum KAIM, H. Nuryadin, SH, Ketua Laskar Merah Putih (LMP), Johan Nasri, SE., MH, Ketua Umum GANMN, Ketua Pekat Lampung, Ketua Umum KIS, serta sejumlah tamu undangan lainnya dari berbagai kalangan. Kehadiran para tokoh organisasi ini menunjukkan dukungan dan kebersamaan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Lampung. Peresmian ini diharapkan menjadi titik awal pergerakan yang lebih terarah, bersih, dan berbakti. LLI beserta HAM Bebay Lampung berkomitmen menjadi wadah aspirasi masyarakat yang teguh menjaga adat, memperjuangkan hak-hak warga, serta ikut mengawal agar kekayaan alam Lampung dikelola secara adil dan berkelanjutan. (Tim Media PWDPI).

Read More

PWDPI Luncurkan PWDPI Award Sustainability 2026, Apresiasi Tokoh-Tokoh Pembangun Negeri

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 12 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-4 Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) yang jatuh pada 22 September 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PWDPI secara resmi akan memberikan penghargaan PWDPI Award Sustainability 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para tokoh yang telah berkontribusi nyata membangun negeri dengan berpegang pada prinsip tata kelola yang baik, pelestarian lingkungan, serta kesejahteraan bersama. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada puncak acara HUT Ke-4 PWDPI Tanggal 22 September Tahun 2026 di Lamban Gedung Kuning (LGK), Kota Bandar Lampung. Berdasarkan hasil keputusan rapat DPP PWDPI menetapkan tujuh kategori penghargaan yang diusulkan, yakni : Penerima penghargaan nantinya akan diseleksi berdasarkan kriteria umum: rekam jejak yang bersih dan tidak bermasalah secara hukum, kontribusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan kepentingan bersama. Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus berkarya demi masa depan yang lestari. (Tim PWDPI). Penulis Tim

Read More

KETUM PWDPI SIAP ADAKAN PELATIHAN UMKM MERAH PUTIH DAN KPGEN PWDPI, HADIRKAN 200 PESERTA DI DUA HOTEL

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 12 Agustus 2026 — Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, akan memimpin penyelenggaraan pelatihan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam wadah UMKM Merah Putih PWDPI serta Koperasi Gemilang Emas Nusantara (KPGEN) PWDPI. Kegiatan pelatihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terbagi di dua lokasi sekaligus: Hotel Horison Bandar Lampung dan Hotel Golden Tulip Bandar Lampung. Di masing-masing tempat akan diikuti oleh 100 peserta, sehingga total seluruh peserta pelatihan mencapai 200 orang. Ketum PWDPI menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan, wawasan, dan kemampuan pengelolaan usaha para anggota, agar mampu mengembangkan usahanya lebih maju, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi perekonomian keluarga maupun daerah. “Pelatihan ini menjadi bukti perhatian dan dukungan penuh PWDPI terhadap kemajuan ekonomi masyarakat. Melalui peningkatan kualitas SDM, kita harapkan UMKM Merah Putih dan KPGEN PWDPI dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang kokoh dan mandiri,” ujar M. Nurullah RS. Diharapkan, pelatihan ini dapat melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya terampil, tetapi juga cerdas dalam mengelola usaha, memahami peluang pasar, dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat luas. (Humas DPP PWDPI). Penulis Tim

Read More

Munir Tegas: Water Meter Harus Menyeluruh, Jangan Ada Celah PAD Bocor

Tajam24Jam.Com Bandar Lampung, 8 Agustus 2026 – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Munir Abdul Aziz, mendesak Pemerintah Provinsi Lampung memperjelas sekaligus mempertegas kewajiban pemasangan water meter bagi seluruh perusahaan yang menjadi wajib Pajak Air Permukaan (PAP). Desakan itu disampaikan Munir menyusul rencana Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung mengadakan sekitar 45 unit water meter untuk mengoptimalkan penerimaan PAP. Menurut Munir, persoalan utama bukan sekadar berapa banyak alat ukur yang akan dipasang, melainkan siapa yang secara hukum bertanggung jawab menyediakan dan memasang alat tersebut. “Dalam telaah saya, yang perlu dipertegas adalah Pergub yang mengatur tentang Pajak Air Permukaan. Apakah pemasangan water meter itu kewajiban Bapenda atau kewajiban perusahaan?” kata Munir, Sabtu (8/8). Ia menegaskan, apabila pemasangan water meter memang menjadi kewajiban perusahaan, maka Bapenda harus menjalankan dan menegakkan ketentuan tersebut secara konsisten. “Kalau memang kewajiban perusahaan, ya Bapenda harus menegakkan Pergub tersebut. Tapi kalau memang harus dipasang oleh Bapenda, maka seyogianya Bapenda mengusulkan pemasangan alat water meter untuk seluruh wajib pajak PAP,” tegasnya. Munir menilai pemasangan alat ukur tidak boleh dilakukan secara parsial. Jika terdapat 101 perusahaan yang telah terdata sebagai wajib pajak PAP, maka seluruhnya harus memiliki alat ukur yang berfungsi. “Kalau ada 101 perusahaan, semuanya. Kalau ada potensi 388 perusahaan, semuanya coba dijadikan wajib pajak dan semuanya dipasang water meter. Jangan setengah-setengah,” ujarnya. Pernyataan tersebut disampaikan Munir setelah Bapenda Lampung mengungkapkan bahwa dari 101 wajib pajak PAP, baru 44 perusahaan yang menggunakan water meter. Sementara 57 lainnya belum memiliki alat ukur atau alat yang terpasang sudah tidak berfungsi. Bapenda sendiri berencana mengadakan sekitar 45 unit water meter yang akan menjadi aset pemerintah daerah. Pengadaan tersebut masih menunggu persetujuan DPRD Lampung. Munir menilai investasi untuk membangun sistem pengawasan dan tata kelola pendapatan daerah justru harus ditempatkan sebagai prioritas. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk menunda pembangunan sistem yang berpotensi meningkatkan PAD dalam jangka panjang. “Kalau persoalannya anggaran, sekarang begini. Untuk BUMD, dalam tanda kutip, subsidi yang belum tentu untung dan belum tentu balik modal, puluhan miliar saja berani,” katanya. “Apalagi untuk menganggarkan alat yang jelas-jelas digunakan untuk melakukan optimalisasi pendapatan daerah. Ini untuk membangun tata kelola dan ekosistem yang akuntabel ke depan, manfaatnya jangka panjang. Harusnya menjadi prioritas,” sambung Munir. Ia menilai water meter bukan sekadar perangkat teknis, melainkan bagian penting dari reformasi tata kelola penerimaan PAP. Dengan alat ukur yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat memperoleh data penggunaan air secara objektif dan mengurangi ruang terjadinya perbedaan antara penggunaan aktual dengan pelaporan wajib pajak. Karena itu, Munir meminta Pemprov Lampung tidak hanya fokus pada PAP, tetapi juga membangun sistem pengawasan serupa di sektor pendapatan daerah lainnya yang memiliki potensi kebocoran. “Kalau memang di sektor-sektor lainnya juga membutuhkan hal yang sama untuk membangun tata kelola pendapatan dan optimalisasi, ya itu harus menjadi skala prioritas Pemprov Lampung,” ujarnya. Munir juga meminta jajaran eksekutif tidak ragu mengusulkan kebutuhan anggaran untuk membangun sistem tata kelola pendapatan kepada DPRD. “Jangan berbicara nanti mendapatkan persetujuan DPRD atau tidak. Usulkan dulu semuanya. Eksekutif juga harus punya niat kuat untuk membangun tata kelola ini. Jangan berdalih anggaran, karena seharusnya anggaran untuk membangun tata kelola pendapatan ini diprioritaskan,” tegasnya. Menurut dia, peningkatan PAD tidak cukup hanya dengan menaikkan target penerimaan. Pemerintah harus membangun sistem yang mampu memastikan setiap potensi pendapatan tercatat, terukur, dan dapat diawasi. “Yang terpenting dari pendapatan ini adalah membangun tata kelola dan ekosistem yang akuntabel, sehingga ruang kebocorannya kecil. Itu prinsipnya,” pungkas Munir. Sebelumnya, Kepala Bapenda Provinsi Lampung Saipul mengatakan pihaknya telah menganggarkan pengadaan sekitar 45 unit water meter. Pengadaan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar jika seluruh alat dibeli. Bapenda juga mempertimbangkan skema sewa karena harga satu unit water meter professional yang dipasang pada jaringan pipa berkisar Rp60 juta hingga lebih dari Rp200 juta. Skema sewa dinilai dapat menekan beban anggaran sekaligus memastikan pemeliharaan menjadi tanggung jawab penyedia. Bapenda menargetkan penerimaan PAP Lampung tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Hingga Juli 2026, realisasi penerimaan telah mencapai sekitar Rp6,4 miliar atau 71 persen dari target. Penulis Tim

Read More