Gudang BBM Ilegal Diduga Aktif Kembali di Bagan Pete, Aroma Minyak Menyengat Tercium

Tajam24Jam.Com Jambi, 10 Maret 2026 – Aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal diduga kembali beroperasi di kawasan Jalan Penerangan, Bagan Pete, Kota Jambi. Gudang yang sebelumnya sempat disidak anggota DPRD Kota Jambi itu kini disebut telah berpindah lokasi, namun masih berada di kawasan yang sama. Berdasarkan penelusuran tim awak media di lapangan, aroma minyak dari aktivitas refinery ilegal tercium sangat kuat di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan baru. Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, gudang tersebut merupakan pindahan dari lokasi lama yang sebelumnya disidak oleh anggota DPRD Kota Jambi beberapa waktu lalu. Meski berpindah tempat, kepemilikan gudang diduga masih sama, yakni seseorang berinisial LRR (PN). Warga sekitar mengaku aktivitas di lokasi tersebut kembali terlihat aktif, terutama pada waktu-waktu tertentu. Mereka juga menyebut kendaraan keluar masuk gudang kerap terjadi, diduga berkaitan dengan aktivitas penimbunan maupun pengolahan BBM ilegal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas penindakan yang sebelumnya dilakukan. Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan serta penertiban agar aktivitas ilegal tersebut tidak terus berulang. Selain melanggar hukum, keberadaan gudang BBM ilegal juga dinilai berpotensi menimbulkan bahaya besar, mulai dari risiko kebakaran hingga pencemaran lingkungan yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kembali beroperasinya gudang BBM ilegal tersebut. Penulis Tim

Read More

Polemik Pembangunan Perumahan Arumba 7 di Bagan Pete, Pekerja Bantah Timbun Anak Sungai

Tajam24Jam.Com Kota Jambi, 15 Juli 2025 — Pembangunan Perumahan Arumba 7 di kawasan Bagan Pete, Kota Jambi, menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa proyek tersebut menimbun aliran anak sungai di wilayah tersebut. Namun, klaim itu dibantah oleh para pekerja di lapangan. Saat dikonfirmasi pada Selasa (15/7), salah satu pekerja menyatakan bahwa tidak ada aktivitas penimbunan terhadap aliran sungai sebagaimana diberitakan. Tidak ada anak sungai yang ditimbun. Kami persilakan siapa pun untuk mengecek langsung ke lokasi, “ujar salah satu pekerja di lokasi proyek”. Hal senada juga disampaikan oleh seorang pekerja lainnya yang berinisial A. Ia menjelaskan bahwa aktivitas di lokasi masih dalam tahap pemerataan lahan, dan belum memasuki proses pembangunan inti. Kami hanya melakukan pemerataan lahan. Tidak ada penutupan anak sungai, dan pekerjaan ini belum masuk ke tahap pembangunan perumahan, ”ujarnya”. A juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan di lapangan dilakukan sesuai arahan pihak pengembang (developer), bukan atas inisiatif pribadi para pekerja. Penulis Tim

Read More