AWaSI Jambi Desak Transparansi di Bungo, Ustadz Dayat: Pemerintah Siap Terbuka!

Tajam24Jam.Com Muaro Bungo, Kamis 19/6/2025 – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa damai di Kabupaten Muaro Bungo pada Kamis, 19 Juni 2025. Aksi ini digelar di Kantor Bupati Muaro Bungo dan Kantor sebagai bentuk protes terhadap lemahnya keterbukaan informasi publik oleh sejumlah institusi pemerintahan, penegak hukum, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Dalam orasinya, Erfan menyampaikan bahwa wartawan tidak pernah meminta satu rupiah pun dari berita yang dibaca oleh masyarakat atau yang ditonton oleh masyarakat dan wartawan yang ada di Kabupaten Bungo tidak jauh berbeda dengan wartawan yang ada di Jambi maupun Jakarta. Jangan beda – beda wartawan karena pada dasarnya mereka sama “Mereka menjalankan tugas dengan cara yang sama dengan kode etik yang sama dan dilindungi oleh undang-undang yang sama. Wartawan bukanlah bidang pekerjaan tetapi profesi sebagai mana guru yang juga profesi kewajibannya adalah mengajar polisi profesi kewajibannya adalah mengamankan Dan wartawan kewajibannya adalah memberikan informasi kepada masyarakat” ungkap Erfan. Tetapi karena ulah wartawan gadungan, sebagian besar pejabat publik enggan menjalin kemitraan dengan media maupun wartawan karena image yang ditimbulkan bahwa wartawan itu meresahkan. “Banyak wartawan gadungan yang merusak citra wartawan tetapi oknum pejabat korup membuat wartawan kandungan menjadi tumbuh subur karena pejabat korup tidak mampu membedakan mana wartawan gadungan dan menawarkan profesional, sehingga persoalan hanya diselesaikan dengan cara membagi – bagikan uang hasil korupsi, bukan membuat publikasi” tegas Erfan. Aksi ini mendapatkan sambutan langsung dari Wakil Bupati Muaro Bungo, Tri Wahyu Hidayat, S.Pd.I, atau yang akrab disapa Ustadz Dayat. Beliau menerima perwakilan AWaSI dengan tangan terbuka, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun hubungan baik dengan insan pers serta menjamin hak masyarakat terhadap informasi. Pertemuan antara perwakilan AWaSI dan Wakil Bupati berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif. Dalam penyampaiannya, Ustadz Dayat mengapresiasi gerakan yang dilakukan AWaSI dan menyatakan dukungannya terhadap penguatan transparansi di lingkungan Pemkab Bungo. Ia menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik dan membuka ruang partisipasi masyarakat, termasuk media. Setelah berdiskusi di kantor, pertemuan berlanjut dengan jamuan makan siang di Rumah Dinas Wakil Bupati, yang turut mempererat silaturahmi antara pemerintah dan jurnalis yang tergabung dalam AWaSI. Suasana santai namun penuh makna ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam merespon kritik konstruktif dari masyarakat, khususnya dari kalangan media. Penanggung jawab aksi, Erfan Indriyawan, SP, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kontrol sosial yang sehat dan bermartabat. Ia menyampaikan bahwa AWaSI bukan sekadar organisasi pers, tetapi juga bagian dari elemen masyarakat yang akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berjalan di jalur transparansi dan akuntabilitas. “Kami datang bukan untuk mencari sensasi, tetapi membawa aspirasi masyarakat yang haus akan informasi yang terbuka dan jujur. Kami mengapresiasi sambutan Wakil Bupati, dan ini akan menjadi catatan penting bahwa Pemkab Bungo terbuka terhadap kritik dan siap memperbaiki sistem keterbukaan publik,” ujar Erfan. Dengan berakhirnya aksi ini secara damai dan produktif, AWaSI Jambi berharap Pemerintah Kabupaten Muaro Bungo dan Kejari setempat mampu melakukan perbaikan nyata dalam hal pelayanan informasi publik. Aksi ini diharapkan menjadi titik awal terbangunnya sistem informasi publik yang modern, inklusif, dan akuntabel di Bungo. Penulis Tim

Read More

AWaSI Jambi Geruduk Kantor Bupati Tebo, Desak Usut Dugaan Korupsi di 9 OPD

Tajam24Jam.Com Tebo, Kamis 19/6/2025 – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tebo pada Kamis (19/06/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan kuat praktik korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tebo, khususnya di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Puluhan massa dari AWaSI Jambi membawa spanduk dan poster yang menyerukan penegakan hukum serta desakan agar kasus-kasus dugaan korupsi tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka menilai, ketertutupan informasi publik dan minimnya akuntabilitas menjadi penyebab maraknya penyalahgunaan anggaran di sejumlah instansi. Sayangnya, aksi damai tersebut tidak mendapat tanggapan dari pejabat-pejabat Pemerintah Kabupaten Tebo. Tidak satu pun perwakilan pemerintah keluar untuk menemui para demonstran. Hal ini memicu kekecewaan dari pihak AWaSI Jambi. “Kami datang dengan itikad baik untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Tapi sikap diam dan tertutup dari pejabat di Kabupaten Tebo menunjukkan adanya ketakutan terhadap transparansi,” ujar salah satu orator aksi. Dalam jalannya aksi, sempat terjadi upaya gangguan oleh sekelompok orang tak dikenal yang mencoba membuat aksi tandingan dari balik pagar kantor. Namun, rombongan AWaSI Jambi tetap solid dan meningkatkan intensitas orasi mereka. Dengan menggunakan pengeras suara, mereka terus meneriakkan berbagai persoalan publik, mulai dari dugaan penyimpangan anggaran hingga ketertutupan informasi yang terjadi di lingkup pemerintahan Kabupaten Tebo. AWaSI Jambi menyebut telah mengantongi sejumlah data dan dokumen yang mengarah pada dugaan korupsi di sembilan OPD strategis. Menindaklanjuti aksi ini, mereka berkomitmen akan melaporkan temuan tersebut secara resmi ke Kejaksaan Tinggi Jambi dan Kejaksaan Negeri setempat. “Kami tidak akan berhenti di sini. Kasus-kasus ini akan kami kawal hingga tuntas. Dalam waktu dekat, laporan resmi akan kami ajukan ke Kejati Jambi,” tegas Koordinator AWaSI Jambi. Aksi ini menambah daftar panjang gerakan moral AWaSI Jambi yang terus menyoroti dugaan praktik korupsi di berbagai daerah di Provinsi Jambi. Mereka menyerukan agar seluruh elemen penegak hukum tidak tinggal diam dan segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap laporan masyarakat. Penulis Tim

Read More

Ricuh! Aroma Busuk Di Kejari Sungai Penuh? AWaSI Jambi Soroti Kinerja Kajari Yang Takut Jumpai Wartawan

Tajam24Jam.Com Sungai Penuh, Jambi, Selasa 17/6/2025 — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh berujung ketegangan. Insiden terjadi ketika massa AWaSI yang hendak menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka dihadang oleh Kasi Intel Kejari beserta sejumlah petugas keamanan internal di pintu masuk kantor kejaksaan. Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah memanas ketika perwakilan massa meminta untuk bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungai Penuh. Namun, Kajari enggan menemui massa, sehingga menimbulkan kekecewaan dan protes keras dari pengunjuk rasa. Sebagai diketahui bahwa Kejari Sungai Penuh menangi sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang menjadi wilayah hukumnya. Banyaknya kasus korupsi yang tidak jelas dalam penanganannya membuat rombongan AWaSI Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejari Sungai penuh. “Kami datang dengan niat baik, menyampaikan tuntutan masyarakat terkait keterbukaan informasi dan penanganan kasus korupsi. Tapi justru dihadang dan ditolak masuk. Ini mencederai semangat demokrasi dan transparansi,, jumpai kami jangan sembunyi dibalik pintu” ujar Erfan Indriyawan, SP, Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, di tengah kericuhan pada Selasa (17/06/2025). Kasi Intel Kejari Sungai Penuh yang berada di lokasi terlihat adu argumen dengan massa. Situasi semakin memanas saat beberapa petugas keamanan mencoba membatasi akses massa ke dalam halaman kantor. Sejumlah peserta aksi terdorong saat berusaha mendekati gerbang, namun situasi berhasil diredam sebelum terjadi bentrokan fisik. AWaSI dalam aksinya membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak transparansi informasi publik oleh institusi pemerintah, termasuk Kejari Sungai Penuh. Mereka juga menyoroti penanganan perkara korupsi yang dinilai lamban dan tidak terbuka kepada publik. “Kajari seharusnya hadir dan mendengar langsung suara rakyat. Ini bukan persoalan pribadi, ini tentang hak masyarakat untuk mendapatkan keadilan dan informasi yang jujur atau Kajari takut berhadapan dengan wartawan?” tambah Erfan. Meski terjadi ketegangan, aksi berakhir tanpa insiden kekerasan serius. Namun, pihak AWaSI menyatakan kekecewaannya terhadap sikap Kejari Sungai Penuh yang dinilai menutup diri terhadap kritik publik. Mereka berencana untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang dan akan terus mengawal tuntutan masyarakat hingga ada respons yang konkret. “Kami akan melakukan aksi lanjut dan mengajak sejumlah ormas yang ada di Kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh untuk senantiasa mengadakan aksi unjuk rasa di depan kantor Kejari Sungai penuh tanpa henti hingga Kepala kejaksaan negeri Sungai penuh mau bertemu dengan pengunjuk rasa atau di ganti dengan Kajari yang baru” pungkasnya geram atas sikap angkur Kajari Sungai Penuh. Penulis Tim

Read More

Geruduk Kantor PLN Jambi, AWaSI Tuntut Perbaikan Layanan Informasi dan Tuduh Dugaan Maladministrasi

Tajam24Jam.Com Jambi, 22 Mei 2025 — Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor PLN Kota Jambi pada Kamis (22/5). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang, maladministrasi, dan pelayanan yang dinilai buruk dari pihak PLN, yang telah berdampak pada kerugian warga, khususnya kerusakan peralatan elektronik akibat seringnya pemadaman listrik mendadak. Dalam orasinya, Ketua Umum AWaSI Jambi Erfan Indriyawan, SP, menyampaikan dua poin penting: pertama, mendesak PLN memberikan kejelasan atas kebijakan yang dinilai bermasalah dan tidak berpihak pada kepentingan publik; kedua, menuntut penjelasan atas seringnya gangguan aliran listrik yang menimbulkan kerugian materiil bagi masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pasal 18 menyebutkan bahwa penyelenggara pelayanan publik wajib memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan tidak diskriminatif. Dalam konteks ini, seringnya terjadi pemadaman tanpa informasi yang jelas kepada masyarakat dinilai melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut. Selain itu, Pasal 27 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menegaskan larangan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat publik. Bila PLN tidak menjalankan kewenangannya secara proporsional atau justru lalai dalam memberikan pelayanan yang seharusnya dijamin kepada publik, hal itu dapat dikategorikan sebagai maladministrasi, bahkan bisa berimplikasi pada pelanggaran hukum jika terbukti merugikan konsumen. Menurut Erfan, aksi ini bukan hanya menyuarakan ketidakpuasan, tetapi juga mendesak PLN agar segera melakukan audit internal dan memperbaiki sistem distribusi listriknya. “Kami menduga ada kelalaian sistemik. Ini bukan sekadar mati lampu, tapi persoalan tanggung jawab lembaga terhadap kerugian yang dialami masyarakat,” ujarnya. Kerugian masyarakat akibat pemadaman mendadak ini bisa ditinjau dari sudut hukum perdata, yakni Pasal 1365 KUHPerdata tentang perbuatan melawan hukum, yang menyatakan bahwa “tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.” Secara kolektif, masyarakat sebenarnya berhak menuntut ganti rugi apabila kerusakan alat elektronik dapat dibuktikan berkaitan langsung dengan kualitas layanan PLN. Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, di mana pelaku usaha — dalam hal ini PLN — wajib memberikan kompensasi apabila terjadi kerugian akibat produk atau jasa yang tidak sesuai standar mutu. Erfan menekankan bahwa masyarakat bukan hanya menuntut keadilan, tetapi juga menginginkan pembenahan menyeluruh. Membuka layanan informasi seluas – luasnya agar masyarakat kota Jambi secara menyeluruh tahu penyebab pemadaman dan hal lainnya. “Kami tidak ingin aksi ini hanya jadi formalitas. Kami ingin PLN membuka ruang dialog, menyampaikan laporan kinerja secara terbuka, dan memberikan kompensasi kepada warga yang dirugikan jika ada laporan” ujarnya. Aksi tersebut kemudian disambut langsung oleh Manajer PLN Kota Jambi, Ediwan, yang mengundang perwakilan AWaSI untuk berdialog di ruang aula kantor PLN. Dalam pertemuan tersebut, Ediwan memberikan klarifikasi atas sejumlah poin yang menjadi tuntutan AWaSI. Ia menjelaskan bahwa gangguan pasokan listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh gangguan teknis dan beban puncak yang meningkat drastis, serta adanya perbaikan infrastruktur yang sedang berlangsung. Menanggapi hal tersebut, Erfan masih berkeyakinan bahwa pihak PLN telah melakukan pelanggaran maladministrasi dalam proses pemadaman lampu di kota Jambi. Aksi yang berlangsung damai ini mendapatkan simpati dari masyarakat pengguna jalan dan warga sekitar yang menyaksikan langsung. Banyak di antara mereka yang turut menyuarakan keluhan serupa. Dengan dasar hukum yang jelas, serta dukungan dari masyarakat luas, aksi ini menjadi penanda bahwa pelayanan publik harus semakin transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. AWaSI berjanji akan terus mengawal isu ini dan siap membantu masyarakat untuk memperoleh keadilan, termasuk dengan mendorong langkah hukum apabila diperlukan. (Red). Penulis Tim

Read More

AWaSI Jambi Gelar Aksi Demo di PT. Hoktong, Tuntut Penyelesaian Masalah Limbah dan Tenaga Kerja Asing

Tajam24Jam.Com Jambi, Rabu 21/5/2025 – Suasana di kawasan industri PT Hoktong, pabrik pengolahan karet yang berlokasi di Sijinjang, Jambi, memanas pada Rabu (21/5/2025) pagi. Sekelompok anggota dari Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pabrik serta ketidaktransparanan dalam perekrutan tenaga kerja asing (TKA). Aksi damai ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan mendapat perhatian luas dari masyarakat sekitar serta para pekerja pabrik. Para demonstran membawa sejumlah spanduk dan poster yang menuntut PT Hoktong agar segera bertanggung jawab atas dugaan pencemaran limbah dan diminta lebih terbuka mengenai keberadaan tenaga kerja asing di lingkungan pabrik. Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang diduga tercemar serta perlunya keadilan informasi bagi masyarakat sekitar. “Kami mendesak PT. Hoktong untuk segera memberikan klarifikasi terkait pengelolaan limbah dan membeberkan data tenaga kerja asing yang dipekerjakan di sini. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tegas Erfan dalam pidatonya di hadapan massa aksi. Menurut Erfan, warga di sekitar pabrik telah lama mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari limbah pabrik, serta perubahan kualitas air sungai yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Jika ini terus dibiarkan, dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan dan keselamatan warga,” tambahnya. Pihak perusahaan akhirnya memberikan akses kepada sejumlah wartawan yang tergabung dalam AWaSI Jambi untuk melakukan pertemuan dengan manajemen PT Hoktong. Dalam pertemuan yang berlangsung singkat tersebut, Kasma Adinata, selaku Kepala Bagian HRD, memberikan keterangan yang mengejutkan. “Potong kepala saya kalau memang ada tenaga kerja asing di sini,” ucap Kasma dengan nada tinggi. Ia bahkan menambahkan, “Saya ini pelatih silat,” seakan menyampaikan bahwa dirinya siap menghadapi tekanan dari pihak manapun. Namun pernyataan tersebut dinilai oleh beberapa awak media sebagai sikap yang emosional dan kurang proporsional, apalagi melihat kondisi fisik Kasma yang tampak lemas dan berkeringat, menunjukkan ketidaksiapan dalam menghadapi tekanan publik. Terkait isu limbah, Kasma tidak memberikan penjelasan mendalam. Ia hanya mengatakan bahwa persoalan limbah merupakan tanggung jawab dari seorang staf bernama Basuki, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Ia pun mengakhiri pertemuan secara sepihak, meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Aksi demonstrasi ini berlangsung damai dan tertib, meskipun sempat terjadi ketegangan ketika pernyataan HRD dinilai menyinggung para peserta aksi. Menanggapi situasi tersebut, AWaSI Jambi menyatakan akan terus memantau perkembangan permasalahan ini dan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi lanjutan apabila tidak ada tindak lanjut konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah. “Ini bukan hanya tentang kami sebagai wartawan, ini tentang hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan informasi yang transparan,” tutup Erfan. AWaSI juga menyebut bahwa mereka akan membawa laporan hasil investigasi mereka ke pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Imigrasi, dan lembaga pengawasan ketenagakerjaan, guna mendorong penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Hoktong. Aksi ini menjadi peringatan bagi pelaku industri agar tidak mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam menjalankan usahanya, serta pentingnya membuka diri terhadap pengawasan publik. (Red). Penulis Tim

Read More

Bupati Tebo Langsung Terima Massa Aksi Unjuk Rasa AWaSI Jambi, ini Tuntutannya

Tajam24Jam.Com Tebo, Jambi, Senin 5/5/2025 – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Bupati Tebo Senin (5/5/2025) dan diterima langsung oleh Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, SE, MM. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah di wilayah Dusun Tuo, Kecamatan Tebo Ilir, yang tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Selain itu, AWaSI juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tebo diduga telah menutupi informasi publik yang menjadi hak masyarakat Tebo. Dalam orasinya, massa menuntut tiga hal utama. Pertama, mereka meminta pertanggungjawaban dari Pemerintah Kabupaten Tebo atas rusaknya infrastruktur jalan di Dusun Tuo. Kedua, mereka mempertanyakan kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tebo yang dinilai lamban dan kurang responsif dalam menangani permasalahan jalan rusak. Ketiga, AWaSI juga menuntut adanya keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tebo, khususnya agar masyarakat Tebo bisa mendapatkan akses informasi yang transparan dan mudah diakses. Dengan membawa pengeras suara, spanduk, dan atribut lainnya, massa menyuarakan aspirasi secara tertib. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian demi menjaga kondusivitas dan keamanan selama berlangsungnya demonstrasi. Menariknya, aksi ini mendapat respons cepat dari pihak Pemerintah Kabupaten Tebo. Bupati Tebo secara langsung menerima perwakilan massa untuk berdialog, didampingi oleh Kepala Dinas PU dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tebo. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AWaSI menyampaikan secara langsung aspirasi dan tuntutan masyarakat yang mereka bawa dalam aksi. Erfan Indriyawan, SP, Ketua Umum AWaSI Provinsi Jambi, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial dan infrastruktur daerah. “Kami turun ke jalan bukan hanya sebagai jurnalis, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang prihatin melihat kondisi jalan di Dusun Tuo yang rusak parah dan sangat membahayakan pengguna jalan, terutama masyarakat lokal yang menggantungkan aktivitas ekonomi mereka dari akses tersebut,” ujarnya. Kami juga meminta pemerintah kabupaten Tebo untuk membuka ruang informasi bagi masyarakat Tebo” tambah Erfan. Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan di Dusun Tuo sudah berlangsung lama dan menjadi keluhan warga, namun hingga saat ini belum ada perbaikan signifikan dari pemerintah. “Kami berharap aksi ini membuka mata para pemangku kepentingan untuk segera bertindak,” tambah Erfan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Tebo menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan secara santun dan konstruktif oleh AWaSI. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan menugaskan Dinas PU untuk melakukan survei teknis dan mengambil langkah perbaikan secepat mungkin. “Kami berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar Bupati. Terkait Keterbukaan Informasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas atas sejumlah produk pembangunan, Informasi Pembangunan Desa oleh Pemerintah Desar, Informasi Pendidikan oleh Sekolah dan Informasi Kesehatan oleh Puskesmas, Bupati Tebo berterimakasih atas hal tersebut dan menjadi atensinya dalam memimpin kabupaten Tebo kedepannya “Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan seluruh Kepada Desa, dan saya akan sampaikan hal ini agar pembangunan desa dapat diketahui oleh masyarakat Tebo” ungkapnya. Sementara itu, Kadis PU menyatakan bahwa pihaknya sudah menganggarkan rencana perbaikan jalan di wilayah tersebut, namun prosesnya masih dalam tahap perencanaan teknis dan koordinasi lintas dinas. Kadis Kominfo juga menegaskan kesiapan instansinya dalam mendorong keterbukaan informasi publik agar masyarakat lebih mudah mendapatkan data dan informasi resmi dari pemerintah. Erfan menyampaikan bahwa aksi berjalan damai dan lancar sesuai rencana. “Kami puas karena aspirasi kami didengar langsung oleh pejabat yang berwenang. Tapi kami juga akan terus mengawal tindak lanjut dari hasil pertemuan hari ini,” katanya. Penulis Tim

Read More

AWaSI Jambi Aksi di BNN Provinsi Jambi, Kombes Pol. Beridiansyah: Apresiasi Semangat Jurnalis

Tajam24Jam.Com Jambi, Jumat 2/5/2025 — Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor BNN Provinsi Jambi sebagai bentuk kepedulian terhadap isu transparansi dalam penanganan kasus narkoba. Aksi yang berlangsung tertib ini diikuti puluhan peserta dan dipusatkan di halaman Kantor BNN pada Jumat (2/5/2025). Aksi ini disambut langsung oleh Penyidik Ahli Madya BNN Provinsi Jambi, Kombes Pol. DR. Beridiansyah, SH, SS, MH, yang menerima perwakilan massa dan berdialog terbuka. Dalam kesempatan tersebut, Kombes Beridiansyah mengapresiasi semangat para jurnalis dan menyatakan keterbukaan terhadap masukan dari media. Dalam pertemuan tersebut juga hadir Kasi Intelijen dan Kasi Wastahti serta Katim Rehabilitasi BNN Provinsi Jambi. Kombes Beridiansyah juga mengungkapkan fakta penting bahwa hingga saat ini BNN Provinsi Jambi belum memiliki loka rehabilitasi khusus untuk pasien narkoba. “Saat ini kami belum memiliki fasilitas loka rehabilitasi sendiri di BNN Provinsi Jambi. Ini tentu menjadi salah satu tantangan besar dalam upaya pemulihan pecandu narkoba secara optimal,” ungkapnya di hadapan peserta aksi. “Untuk saat ini, karena BNN Provinsi Jambi belum memiliki fasilitas loka rehabilitasi sendiri, maka pasien atau korban penyalahgunaan narkoba yang memerlukan layanan rehabilitasi akan dirujuk ke loka rehabilitasi milik pemerintah di provinsi lain, atau dapat juga diarahkan ke fasilitas rehabilitasi milik swasta yang telah memiliki izin resmi dan standar pelayanan yang sesuai. Selain itu, pasien juga dapat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jiwa Provinsi Jambi yang telah bekerja sama dalam penanganan rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu narkoba.” tambahnya. Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyampaikan dua tuntutan utama kepada BNN, yakni keterbukaan informasi publik terkait penanganan kasus narkoba di Provinsi Jambi dan penyediaan ruang informasi yang terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat dan media. Dalam orasinya, Erfan menekankan bahwa media adalah bagian dari kontrol sosial dan memiliki hak untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik, termasuk dalam pemberantasan narkoba. Erfan juga menambahkan bahwa selama ini banyak jurnalis kesulitan mendapatkan data atau keterangan resmi dari BNN Jambi, sehingga menyebabkan publik tidak sepenuhnya mendapatkan gambaran utuh tentang kinerja dan pelayanan lembaga tersebut. Pihak BNN menyambut baik aspirasi tersebut dan berjanji akan memperkuat komunikasi dan transparansi ke depan. Kombes Beridiansyah menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan media dan akan berkoordinasi dengan daerah dan pusat mengenai kebutuhan fasilitas rehabilitasi di Jambi. Aksi yang berlangsung hingga menjelang siang ini ditutup dengan damai. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan tuntutan dan mendapat respons langsung dari pejabat BNN. Penulis Tim

Read More

Adakan Acara Buka Puasa Bersama, AWaSI Jambi Jalin Silaturahmi Tahun 2025

Tajam24Jam.Com Jambi, 22/3/2025 – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama serta Rapat Kordinasi Organisasi pada Jumat (21/03/2025) di Cafe UNico Kota Jambi. Ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh AWaSI Jambi yang di hadiri oleh 50 orang anggota dan pengurus AWaSi Provinsi Jambi serta tamu undangan dikalangan insan media di Kota Jambi. Selain Buka Puasa Bersama, kegiatan tersebut juga bertahun silaturahmi dan kordinasi antar anggota dan pengurus AWaSi Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan,SP, mengatakan bahwa akan menata kembali struktur organisasi dalam menjalankan tugas organisasi untuk beberapa waktu kedepan. “Saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran teman – teman anggota dan pengurus AWaSi Jambi di acara Buka Puasa Bersama dan Rapat Kordinasi antar anggota, semoga kedepannya kita dapat bersama – sama menata kembali dan mengatakan fungsi organisasi agar organisasi dapat menjadi sesuai dengan harapan kita bersama” ucap Erfan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Bapak Walikota Jambi, Dr. Maulana yang diwakili oleh Bapak Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar. Dalam sambutannya Abu Bakar mengatakan bahwa AWaSi Jambi merupakan organisasi yang fenomenal yang memiliki peran guna menguatkan fungsi jurnalistik dalam menyalurkan informasi dan dapat juga menjadi sosial kontrol yang sifatnya untuk membangun. “Saya berharap untuk kedepannya AWaSI Jambi dapat bermitra dengan Pemerintah Kota Jambi dalam memberikan saran pendapat guna kemajuan Pembangunan Kota Jambi serta berdamping dalam memberikan layanan informasi bagi masyarakat Kota Jambi pada khususnya dan masyarakat Provinsi Jambi pada umumnya” ujar Abu Bakar. Di penutupan acara, secara bersama – sama, AWaSI Jambi mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1446 H dan Mohon Maaf Lahir dan Batin. Penulis Team

Read More