Dua Aksi Bersamaan di Kantor Gubernur Jambi, GRIB Jaya Desak Tambang Ilegal Ditutup, Aliansi Kito Anak Jambi Serukan Persatuan
Tajam24Jam.Com JAMBI, 10 September 2026 – Dua kelompok massa menggelar aksi unjuk rasa secara bersamaan di kawasan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (10/9/2026). Ratusan massa dari GRIB Jaya Provinsi Jambi terlebih dahulu menyampaikan sejumlah tuntutan terkait aktivitas pertambangan batubara, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan sikap Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu. Aksi GRIB Jaya berlangsung di gerbang masuk Kantor Gubernur Jambi. Dalam orasinya, massa menyoroti persoalan aktivitas pertambangan batubara yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum. Sedikitnya terdapat empat tuntutan utama yang disuarakan massa GRIB Jaya, yakni: Massa menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai harus berjalan sesuai aturan dan perizinan yang berlaku. Dilanjutkan Aliansi Kito Anak Jambi BersatuUsai aksi GRIB Jaya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan sikap Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu. Aliansi tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kelompok masyarakat dan organisasi, di antaranya Ormas Patron, Ormas HAM, Kerinci Besaru, Angket, serta Kenali Besar Bersatu. Berbeda dengan tuntutan GRIB Jaya yang menitikberatkan pada persoalan pertambangan, Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu membawa pesan mengenai persatuan, keamanan, ketertiban, marwah daerah, serta dukungan terhadap pembangunan Provinsi Jambi. Dalam deklarasi yang dibacakan, Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu menyatakan diri sebagai wadah masyarakat Provinsi Jambi yang terdiri dari berbagai suku, etnis, budaya, agama dan latar belakang untuk memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu menyampaikan lima sikap utama. Pertama, siap berkontribusi secara positif dalam pembangunan dan kemajuan Provinsi Jambi serta turut menjaga kepentingan masyarakat dan negeri Jambi. Kedua, berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, persatuan dan kondusivitas di Provinsi Jambi serta mengedepankan sikap damai, santun dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas. Ketiga, siap menjaga marwah, kehormatan serta simbol-simbol Pemerintah Provinsi Jambi sebagai bagian dari upaya menjaga kewibawaan daerah dan pemerintahan yang sah. Keempat, mengajak seluruh masyarakat yang lahir, tinggal, bekerja dan beraktivitas di Provinsi Jambi untuk bersama-sama membangun daerah dengan semangat “Basamo Membangun Jambi”, tanpa membedakan suku, etnis, agama maupun latar belakang. Kelima, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan, menjaga kedamaian serta mewujudkan Provinsi Jambi yang aman, harmonis, maju dan bermartabat. Deklarasi tersebut ditutup dengan penegasan bahwa seluruh sikap Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu merupakan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, kedamaian dan kemajuan Provinsi Jambi. Dua aksi tersebut pun berakhir tanpa kericuhan. Setelah menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikap masing-masing, massa GRIB Jaya dan Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu membubarkan diri secara tertib. Dua aksi dalam satu kawasan pemerintahan provinsi tersebut sekaligus memperlihatkan dua tekanan publik yang berbeda: GRIB Jaya menyoroti persoalan tambang batubara dan penegakan aturan, sementara Aliansi Kito Anak Jambi Bersatu menekankan persatuan, ketertiban, marwah daerah dan pembangunan Jambi. Satu pesan yang mengemuka dari aksi tersebut: persoalan Jambi harus disuarakan secara terbuka, tetapi stabilitas, persatuan dan kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam setiap gerakan. Penulis Tim