Tajam24Jam.Com Kota Jambi, 27 April 2026 – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi melakukan pendampingan terhadap seorang anak yang menjadi korban kekerasan atau perundungan (bullying) di lingkungan SMP Negeri 5 Kota Jambi. Pendampingan ini dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan serta memastikan kondisi psikologis korban tetap terjaga.
Kepala DPMPPA Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, ME, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi korban dan memberikan penguatan awal. “Kami sudah bertemu langsung dengan korban dan keluarga. Saat ini korban membutuhkan perhatian khusus, sehingga dijadwalkan pemeriksaan psikologis lanjutan pada hari Senin,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, DPMPPA Kota Jambi melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jambi untuk memberikan layanan terpadu, khususnya pendampingan psikologis dan konseling bagi korban guna memulihkan kondisi mental dan emosionalnya.
Terkait kejadian ini, DPMPPA juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua kedua belah pihak. Mengingat pihak yang terlibat masih sama-sama anak, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pembinaan, edukasi, serta penyelesaian yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Selain pendampingan terhadap korban, DPMPPA juga mendorong agar anak yang diduga sebagai pelaku mendapatkan pembinaan dan pendampingan psikologis, agar perilaku tersebut tidak terulang di kemudian hari. Langkah ini penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan dan pembinaan yang tepat.
“Kami ingin memastikan korban merasa aman dan didukung, sekaligus mendorong agar semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” tambahnya.
DPMPPA mengimbau kepada pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap tindakan perundungan pada anak serta segera mengambil langkah penanganan yang tepat. Pencegahan dan penanganan bullying memerlukan kerja sama semua pihak agar tidak berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Saat ini, proses pendampingan masih terus berlangsung dengan fokus utama pada pemulihan kondisi korban dan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat.
Penulis Tim



