Tim Ekspedisi Patriot IPB University Perkuat Mutu Pascapanen dan Akses Pasar Hortikultura di Batu Betumpang
Tajam24Jam.Com BANGKA SELATAN, 12 Oktober 2026 — Tim Ekspedisi Patriot IPB University terus mendorong penguatan kapasitas petani hortikultura di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS). Pada pertemuan keenam, pembelajaran difokuskan pada penanganan prapanen dan pascapanen, khususnya sortasi dan grading, sebagai upaya meningkatkan mutu produk dan memperluas peluang akses pasar. Kegiatan ini menghadirkan akademisi Universitas Bangka Belitung, Dr. Evahelda, S.T.P., M.Si., sebagai narasumber, serta melibatkan petani dan perwakilan kelompok tani dari desa-desa sekitar kawasan. Dalam pemaparannya, Dr. Evahelda menjelaskan bahwa penanganan hasil panen yang tepat berperan penting dalam menjaga mutu produk hortikultura, mengurangi risiko kerusakan, dan meningkatkan peluang memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik. “Panen yang tepat tidak hanya berpatokan pada umur tanaman, melainkan kombinasi antara umur, kondisi fisik buah, dan tujuan pasar. Melalui pemisahan produk berkualitas (sortasi) dan pengelompokan kelas mutu (grading), produk petani dapat memenuhi kriteria pasar modern serta memiliki daya saing yang lebih tinggi,” jelasnya. Anggota Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Isa Abdullah Suparmono, S.P., menyampaikan bahwa penguatan pengetahuan pascapanen menjadi bagian penting dalam menghubungkan praktik budidaya dengan kebutuhan pasar. “Kami melihat potensi besar hortikultura di kawasan ini. Melalui pendampingan dan penyampaian informasi yang tepat, kami berharap hasil panen petani tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar mutu pasar yang bernilai tinggi,” ujarnya. Diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai pengalaman dan tantangan nyata petani. Sejumlah peserta, termasuk Mang Ayik dan Pak Rokip, mengemukakan kendala dalam mengakses pasar supermarket serta persoalan harga sayuran hidroponik yang belum selalu mencerminkan perbedaan karakteristik produknya dibandingkan sayuran konvensional. Menanggapi diskusi tersebut, salah satu peserta, Mas Andi, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kontinuitas produksi, termasuk melalui pengendalian hama yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu hasil panen tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan produksi sejak tahap budidaya. Melalui FFBS, petani juga diajak memahami bahwa setiap saluran pemasaran memiliki persyaratan berbeda terkait mutu, volume, kontinuitas pasokan, dan penanganan produk. Karena itu, penerapan sortasi dan grading diharapkan tidak hanya mengurangi kehilangan hasil, tetapi juga membantu petani menyesuaikan produknya dengan kebutuhan pembeli dan membuka peluang akses pasar yang lebih luas. Kegiatan ditutup dengan praktik langsung sortasi dan grading pada sejumlah komoditas hortikultura, antara lain melon, cabai, pakcoy, dan kangkung. Peserta mempraktikkan pemilahan produk berdasarkan kondisi fisik dan karakteristik mutu sebagai bagian dari pembelajaran penanganan hasil panen. Melalui integrasi pembelajaran teknis dan aspek bisnis dalam FFBS, Tim Ekspedisi Patriot IPB University berharap petani semakin memahami bahwa keberhasilan usaha hortikultura tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga oleh kemampuan menjaga mutu, memahami kebutuhan pembeli, dan memilih saluran pemasaran yang sesuai. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan fondasi usaha tani hortikultura yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang. (TIM JAMAL) Penulis Tim