Polda Jambi Bersama Tim Gabungan Pantau Karhutla di TNBS, 5,5 Hektare Kawasan Hutan Masih dalam Penanganan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 24 Oktober 2026 – Polda Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi, TNI, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD melaksanakan pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui jalur udara dan darat di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta wilayah Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memantau kondisi terkini titik kebakaran, mendukung mobilisasi personel dan logistik, serta memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu di wilayah terdampak. Pemantauan melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI AD jenis MI-17V5 dengan registrasi HA-5159. Rombongan yang terdiri dari Gubernur Jambi, Karoops Polda Jambi, unsur Korem 042/Gapu, BMKG, Basarnas, BNPB, dan BPBD melakukan pemantauan serta pengecekan sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran. Helikopter lepas landas dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 11.11 WIB dan mendarat di lapangan Kecamatan Berbak pada pukul 13.53 WIB. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju titik kebakaran di kawasan TNBS melalui jalur darat dan jalur air menggunakan akses Sungai Rambut. Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 186 hektare. Luasan tersebut meliputi sekitar 11 hektare kebun sawit milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan TNBS dan sekitar 175 hektare semak belukar di Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kedua lokasi tersebut dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, kebakaran di dalam kawasan hutan TNBS diperkirakan mencapai 10 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 4,5 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 5,5 hektare lainnya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi yang masih terdampak, dengan memperhatikan kondisi lapangan serta akses menuju titik api. Upaya pendinginan juga menjadi perhatian penting untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran berulang. Setelah melakukan pemantauan di kawasan TNBS, pada pukul 16.00 WIB rombongan melanjutkan pengecekan sumber air atau water intake di Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh Ilir, dekat PT BBS. Pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan air dalam penanganan karhutla. Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa pemantauan melalui udara dan darat merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penanganan karhutla di Provinsi Jambi. “Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat. Pemantauan secara langsung sangat penting untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan, menentukan langkah penanganan yang tepat, serta memastikan titik-titik yang masih terbakar dapat segera ditangani,” ujar Kabid Humas menyampaikan pesan Kapolda Jambi. Ia menambahkan, Polda Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi yang masih terdampak, sekaligus mengedepankan langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah meluasnya karhutla dan menjaga kelestarian lingkungan,” tutupnya. Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan karhutla, mulai dari pemantauan, pemadaman, pendinginan, hingga upaya pencegahan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Penulis Tim

Read More

Karhutla Melanda TN Berbak-Sembilang, Diperkirakan 3.000 Hektare Terbakar, Api Mendekati Lahan PT TPJ

Tajam24Jam.Com BANYUASIN, 4 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Berbak-Sembilang (TNBS), tepatnya di wilayah Resor Tanah Pilih, Desa Tanah Pilih, Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kebakaran dilaporkan telah berlangsung sekitar satu pekan dan hingga kini masih menjadi perhatian serius karena api disebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, luasan kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 3.000 hektare. Kobaran api disebut berasal dari arah kawasan Bagan Sembilang dan terus meluas akibat kondisi lahan yang sulit dijangkau serta hembusan angin yang cukup kuat. Situasi semakin mengkhawatirkan karena titik api dilaporkan telah mendekati areal milik PT TPJ, dengan jarak diperkirakan sekitar 2 kilometer dari lahan perusahaan tersebut.Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani secara maksimal, dikhawatirkan api akan terus meluas dan mengancam kawasan lain di sekitar lokasi kebakaran. Kebakaran di kawasan konservasi tersebut juga menjadi perhatian karena TN Berbak-Sembilang merupakan kawasan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati. Sejumlah pihak berharap penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, pengelola kawasan taman nasional, Manggala Agni, TNI-Polri, perusahaan sekitar serta unsur terkait lainnya. Selain upaya pemadaman, penyebab munculnya titik api juga dinilai perlu ditelusuri secara menyeluruh. Dugaan bahwa api berasal dari kawasan Bagan Sembilang masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan di lapangan. Apabila perkiraan luasan terdampak mencapai 3.000 hektare, kebakaran tersebut tentunya membutuhkan penanganan serius untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin luas serta mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat. Masyarakat juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap kemungkinan meluasnya api menuju areal perusahaan maupun kawasan yang berdekatan dengan permukiman. Hingga berita ini diterbitkan, luasan pasti lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, serta perkembangan terkini upaya pemadaman masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang dan pengelola TN Berbak-Sembilang.Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh keterangan resmi terkait perkembangan karhutla di lokasi. Penulis Tim

Read More