BREAKING INVESTIGASI “Daftar Panjang Oknum Aparat Muncul! Tambang Emas Ilegal 200 Hektar di Way Kanan Diduga Dikendalikan Jaringan Dalam”
Tajam24Jam.Com Way Kanan, 28 April 2026 – Skandal tambang emas ilegal di lahan negara milik PTPN I Regional 7 kini memasuki fase paling panas. Setelah terungkap kerusakan 200 hektar lahan dan kerugian negara yang ditaksir lebih dari Rp1,3 triliun, kini muncul fakta yang lebih mengguncang: Daftar panjang nama oknum aparat tercantum dalam dokumen investigasi. Bukan satu dua. Jumlahnya puluhan. Dan yang lebih mengkhawatirkan—mereka diduga memiliki peran dalam rantai tambang ilegal yang sudah berjalan sekitar 1,5 tahun dengan 315 mesin aktif dan produksi 1,5 kg emas per hari. Klaster TNI: Dari Penguasa Lahan hingga Pengatur AliranDalam dokumen investigasi, sejumlah oknum TNI disebut dengan inisial dan pangkat: Selain itu, muncul pula nama: Klaster Polri: Donatur, Operator, hingga PenadahDari unsur kepolisian, daftar dalam dokumen bahkan lebih panjang: Nama lain yang juga muncul: Sementara itu: Pola yang Terbaca: Ini Diduga Jaringan, Bukan Aksi SporadisJika seluruh nama dan peran ini dirangkai, maka pola yang muncul bukan lagi tambang liar biasa: Satu rantai utuh. Produksi jalan. Uang mengalir. Sistem hidup. Pertanyaan Besar: Kenapa Tak Tersentuh?Selama 1,5 tahun: 315 mesin bekerja7 titik tambang aktifJalur distribusi berjalan Namun belum ada pembongkaran besar yang menyasar jaringan ini secara menyeluruh. Kenapa? Apakah aparat belum tahu?Atau… justru sudah tahu? Belum Terkonfirmasi, Tapi Terlalu Besar untuk DiabaikanSeluruh nama yang tercantum dalam dokumen investigasi ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari institusi terkait. Namun publik kini tidak hanya melihat nama. Publik melihat skala. Dan skala sebesar ini hampir mustahil berjalan tanpa perlindungan atau pembiaran sistemik. Ujian Nyata Penegakan Hukum, Kasus ini bukan lagi sekadar tambang ilegal.Ini sudah menyentuh integritas institusi. Jika benar ada keterlibatan dari dalam, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kerugian negara—tapi kepercayaan publik terhadap hukum itu sendiri. Kini semua mata tertuju:Apakah daftar nama ini akan ditelusuri… atau dilupakan? Penulis Tim