JARI Soroti Progres Pembangunan Laboratorium RS Abdul Manap, Kecewa Kadinkes Kota Jambi Tak Hadir Saat Aksi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 15 Juni 2026 – Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Kota Jambi, Senin (15/06/2026), guna mempertanyakan progres pembangunan laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap. Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan terkait transparansi dan perkembangan pembangunan laboratorium yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan langsung dari pihak yang berwenang. Namun, aksi tersebut berujung kekecewaan lantaran Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi yang ingin ditemui tidak berada di lokasi saat demonstrasi berlangsung. Massa aksi hanya diterima oleh perwakilan instansi yang menurut JARI tidak memiliki kewenangan untuk menjelaskan substansi persoalan yang menjadi tuntutan utama mereka.Ketua Umum JARI, Wandi, menyatakan bahwa kehadiran pejabat yang bertanggung jawab sangat penting untuk memberikan klarifikasi kepada publik terkait penggunaan anggaran dan progres pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.“Kami datang bukan untuk diwakilkan, kami datang untuk mendapat jawaban langsung dari orang yang bertanggung jawab,” tegas Wandi di hadapan peserta aksi. Menurutnya, ketidakhadiran Kepala Dinas Kesehatan justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai transparansi pembangunan laboratorium yang menggunakan anggaran negara. JARI menilai persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik laboratorium, tetapi juga menyangkut aspek akuntabilitas dan keterbukaan informasi publik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Mereka khawatir minimnya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dapat melemahkan fungsi pengawasan publik terhadap proyek-proyek strategis yang berhubungan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebagai tindak lanjut, JARI memastikan akan kembali menggelar aksi pada pekan depan dengan mendatangi Kantor Wali Kota Jambi. Dalam tuntutannya, organisasi tersebut mendesak Pemerintah Kota Jambi melakukan evaluasi terhadap Direktur RSUD Abdul Manap dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi apabila dinilai tidak mampu memberikan penjelasan yang memadai terkait pembangunan laboratorium tersebut. JARI berharap pemerintah daerah dapat memberikan ruang dialog yang terbuka dan transparan agar berbagai pertanyaan masyarakat terkait proyek pelayanan publik dapat dijawab secara jelas dan akuntabel. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pembangunan fasilitas kesehatan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat Kota Jambi. Hingga aksi berakhir, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi. (Redaksi)

Read More

Memprihatinkan! Bangunan Belakang RSUD Abdul Manap Kota Jambi Rusak Parah, Manajemen Dinilai Lalai

Tajam24Jam.Com Jambi, 6 Mei 2025 – Kondisi bangunan belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap Kota Jambi saat ini sangat memprihatinkan dan menimbulkan keprihatinan publik. Sejumlah kerusakan parah tampak dibiarkan tanpa penanganan memadai: lantai yang pecah dan mengelupas, plafon yang jebol dengan kabel-kabel menjuntai, serta dek bangunan yang nyaris ambruk. Ironisnya, kerusakan ini terjadi di fasilitas publik vital seperti rumah sakit, tempat masyarakat seharusnya mendapat pelayanan kesehatan yang aman dan nyaman. Namun realitanya, kondisi fisik bangunan mencerminkan kelalaian dan buruknya manajemen pemeliharaan infrastruktur oleh pihak rumah sakit. Salah seorang pegawai menyatakan bahwa kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada perbaikan berarti. “Kami sudah sering mengeluhkan, tapi belum ada tindakan nyata. Sementara tiap hari kami tetap harus bekerja dalam kondisi ini,” ujar salah satu staf. Tidak hanya mengganggu aktivitas kerja, kondisi tersebut juga sangat berisiko terhadap keselamatan pasien, pengunjung, dan tenaga kesehatan. Lantai yang retak dan terkelupas dapat menyebabkan kecelakaan, sementara dek dan plafon yang rapuh dapat runtuh sewaktu-waktu. Kritik tajam pun mengarah pada manajemen rumah sakit yang dinilai kurang sigap dan abai terhadap aspek keselamatan bangunan. Sebagai institusi pelayanan publik, RSUD Abdul Manap seharusnya menunjukkan tanggung jawab dalam memastikan seluruh bagian gedungnya layak dan aman digunakan. Masyarakat dan pihak terkait mendesak Pemerintah Kota Jambi serta Dinas Kesehatan untuk turun tangan segera dan menindaklanjuti masalah ini sebelum kerusakan ini memakan korban jiwa atau memperburuk citra pelayanan publik di bidang kesehatan. Penulis Tim

Read More