Dugaan Ketidaksesuaian Data Dapodik PKBM dengan Kondisi Lapangan Menjadi Sorotan

Tajam24Jam.Com Pesawaran, 13 Juli 2026 – Sejumlah temuan di lapangan menimbulkan pertanyaan terkait kesesuaian data sarana dan prasarana yang tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan kondisi riil pada salah satu Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Pesawaran. Senin, (13/07/2026). Berdasarkan data yang dihimpun, PKBM Khusnul Khotimah yang beralamat di Dusun Shalahudin RT 002 RW 008, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, dengan NPSN P9998121, tercatat memiliki 301 peserta didik yang terdiri dari 116 laki-laki dan 185 perempuan. Pada data Dapodik Tahun Pelajaran 2023/2024 hingga 2024/2025, lembaga tersebut tercatat memiliki 12 ruang kelas dan 2 bangunan, serta 16 rombongan belajar (rombel). Namun, berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi, kondisi yang ditemukan diduga belum sepenuhnya sesuai dengan data yang tercantum dalam sistem Dapodik. Dapodik merupakan basis data resmi Kementerian Pendidikan yang digunakan dalam perencanaan, evaluasi, dan berbagai kebijakan pendidikan, termasuk terkait sarana dan prasarana satuan pendidikan. Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan diwajibkan mengisi data sesuai kondisi sebenarnya. Dari sisi yuridis, apabila ditemukan adanya penginputan data yang tidak sesuai dengan kondisi riil, maka hal tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keakuratan data dalam penyelenggaraan pendidikan. Kesesuaian data Dapodik sangat penting karena menjadi salah satu dasar perencanaan dan verifikasi program pendidikan pemerintah. Sementara dari sisi legislatif, pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan dan validitas data satuan pendidikan merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang dijalankan oleh DPRD maupun lembaga pengawas lainnya. Temuan dugaan ketidaksesuaian data tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian instansi terkait untuk dilakukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak pengelola PKBM Khusnul Khotimah, Dinas Pendidikan terkait, serta pihak-pihak berwenang lainnya guna memperoleh penjelasan yang berimbang dan objektif sesuai prinsip jurnalistik. Sumber setempat juga meminta kepada Aparat penegak hukum (APH) agar segera mengecek kondisi di lapangan terkait Dugaan kejanggalan dan ketidak sesuaian data dapodik di PKBM tersebut, jika di temukan adanya penyimpangan dan pelanggaran didalamnya segera dilakukan pemeriksaan. (Tim) Penulis Tim

Read More

PKBM Bukit Raya Merangin Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin untuk Remaja dan Perempuan Dewasa

Tajam24Jam.Com Merangin, 17 November 2025 — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bukit Raya Merangin menggelar Program Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dewasa melalui pelatihan Tata Rias Pengantin Tahun 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kabid PAUD/PNFI Dinas Pendidikan Merangin, RRKA Elmulyani. Pelatihan tata rias pengantin menjadi salah satu program yang paling diminati oleh peserta, khususnya remaja putri dan perempuan dewasa. Sebagai seni dalam acara pernikahan maupun kegiatan resmi lainnya, keterampilan tata rias dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi peserta. Dari segi ekonomi, pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan oleh peserta dan menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, “ujar Kabid PAUD/PNFI dalam sambutannya”. Pelatihan dipandu oleh instruktur tata rias, Putri Nurhkasanah Zifa, yang memberikan materi mulai dari teori hingga praktik, dari pelajaran dasar hingga teknik tingkat lanjut. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya secara bebas terkait metode make-up yang belum dipahami. Instruktur pelatihan mengaku bangga melihat antusias peserta yang aktif bertanya, termasuk mengenai hal-hal teknis dan sensitif dalam praktik tata rias pengantin. Sementara itu, Drs. Tabri, SE, selaku Koordinator Penyelenggara, menyampaikan apresiasi kepada Ketua PKBM Bukit Raya Merangin, Mistoni, S.Pd.I, atas kerja kerasnya sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik, baik dari segi material maupun finansial. Ketua PKBM Bukit Raya juga menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Generasi penerus tidak hanya dibentuk melalui sekolah formal. Sekolah nonformal juga mampu bersaing di dunia kerja, “ujarnya”. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PKBM turut mengajak masyarakat yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui Program Paket A (Setara SD), Paket B (Setara SMP), dan Paket C (Setara SMA). Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan di daerah masing-masing. Penulis Tim 

Read More