PM Madina: Polri Harus Kedepankan Rasa Keadilan Tangani Peristiwa Polsek Muara Batang Gadis
Tajam24Jam.Com Mandailing Natal, 31 Desember 2025 — Menyikapi penangkapan sejumlah warga pasca peristiwa pembakaran Polsek Muara Batang Gadis, Ketua Persatuan Mahasiswa Mandailing Natal (PM Madina), Ahmad Zulhamdi Batubara, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus mengedepankan rasa keadilan, objektivitas, serta proporsionalitas dalam menangani kasus tersebut. Menurut Zulhamdi, rangkaian peristiwa yang terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis tidak dapat dilepaskan dari kegagalan aparat dalam memberantas peredaran narkoba yang telah lama meresahkan masyarakat. Ia menilai, aksi warga—terutama keterlibatan kaum ibu—merupakan bentuk spontanitas murni akibat akumulasi kekecewaan dan keresahan, bukan gerakan terorganisir. “Tidak mungkin ada pengguna narkoba jika tidak ada pengedar yang dibiarkan leluasa. Ini menjadi catatan serius bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah,” tegas Zulhamdi. Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai seolah menutup mata terhadap akar persoalan. Menurutnya, jika masyarakat sudah berani bersuara, maka pemerintah daerah seharusnya jauh lebih berani mengambil langkah konkret. “Pemerintah jangan pura-pura tidak tahu. Inti persoalan terletak pada pembiaran, lemahnya pencegahan, dan tidak adanya penindakan serius terhadap aktivitas peredaran narkoba hingga akhirnya memicu peristiwa yang tidak diinginkan,” ujarnya. Zulhamdi mengingatkan bahwa hukum lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Oleh sebab itu, pendekatan keadilan substantif harus dikedepankan, bukan semata-mata proses hukum yang bersifat formalistik. Ia berharap, prestasi kepolisian ke depan tidak hanya diukur dari tindakan represif terhadap warga, tetapi dari komitmen nyata dan konsisten dalam memberantas pengedar narkoba. Selain itu, PM Madina juga mendesak pemerintah daerah dan DPRD agar menunjukkan sikap tegas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Penulis Tim