Sutha Corner Resmi Dibuka, Saatnya Pusat Bisnis Membuka Data
Oleh: Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sulthan Thaha Svaifuddin Jambi Tajam24Jam.Com Jambi, 4 Juli 2026 – Peresmian Sutha Corner di Kampus II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menjadi simbol baru ekspansi usaha yang dikelola Pusat Pengembangan Bisnis. Fasilitas ini diperkenalkan sebagai pusat kuliner dan ruang interaksi sivitas akademika, sekaligus bagian dari strategi kampus dalam memperkuat unit bisnis dan optimalisasi aset universitas. Sebagai representasi mahasiswa, DEMA UIN STS Jambi memandang bahwa setiap langkah pengembangan kampus yang bertujuan meningkatkan kemandirian institusi patut diapresiasi. Namun apresiasi tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol yang melekat pada mahasiswa sebagai mitra kritis kampus. Di atas panggung seremoni, publik disuguhkan optimisme tentang kemandirian ekonomi kampus. Namun di luar euforia grand opening, muncul pertanyaan yang hingga kini belum banyak dibahas secara terbuka: bagaimana ukuran keberhasilan pengembangan bisnis kampus tersebut, dan sejauh mana mahasiswa dilibatkan dalam proses pengawasannya? Pusat Bisnis terus berkembang. Unit usaha bertambah. Kerja sama diperluas. Fasilitas baru diresmikan. Akan tetapi, perkembangan tersebut seharusnya diikuti oleh peningkatan keterbukaan informasi kepada publik kampus. Mahasiswa bukan hanya penonton yang menyaksikan hasil akhir pembangunan, melainkan bagian dari sivitas akademika yang berhak mengetahui arah, target, serta dampak dari setiap kebijakan yang dijalankan. DEMA UIN STS Jambi berpandangan bahwa pertanyaan yang muncul bukanlah bentuk penolakan terhadap bisnis kampus. Sebaliknya, mahasiswa mendukung setiap upaya yang dapat memperkuat kemandirian institusi. Namun dukungan tersebut harus berjalan beriringan dengan transparansi dan akuntabilitas. Berapa target pendapatan yang ingin dicapai dari pengembangan unit-unit usaha kampus? Bagaimana mekanisme evaluasi dan pengawasan yang diterapkan? Seberapa besar kontribusi unit bisnis terhadap peningkatan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan? Dan yang tidak kalah penting, bagaimana mahasiswa dapat mengakses informasi mengenai capaian dan manfaat dari berbagai program bisnis yang dijalankan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena setiap proyek yang dibangun atas nama kemajuan kampus pada akhirnya harus dapat diukur manfaatnya oleh warga kampus itu sendiri. Kampus tidak cukup hanya menunjukkan bangunan yang berdiri megah; kampus juga perlu menunjukkan data, capaian, dan dampak yang dapat diuji secara terbuka. Sutha Corner kini telah resmi dibuka. Tantangan berikutnya bukan lagi memotong pita peresmian, melainkan membuka ruang akuntabilitas. Sebab keberhasilan sebuah unit bisnis kampus tidak ditentukan oleh meriahnya seremoni, tetapi oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan mahasiswa serta seberapa terbuka pengelolaannya kepada publik kampus. Sebagai lembaga representasi mahasiswa, DEMA UIN STS Jambi akan terus mendukung setiap inovasi dan kemajuan kampus, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif demi terwujudnya tata kelola universitas yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan seluruh sivitas akademika. Di tengah semangat transformasi dan pengembangan bisnis universitas, satu pertanyaan yang tetap relevan untuk diajukan adalah: ketika unit bisnis terus bertumbuh, apakah keterbukaan informasinya tumbuh dengan kecepatan yang sama? Penulis Tim