Wacana Pembangunan Club Malam di JBC Tuai Sorotan, Masyarakat Pertanyakan Arah Pembangunan Kota Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 16 Juni 2026 – Wacana pembangunan club malam di kawasan Jambi Business Center (JBC) menuai sorotan dan menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. Rencana tersebut dinilai tidak hanya dapat dilihat dari sisi investasi dan potensi peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan dampak sosial, budaya, moral, serta identitas daerah yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Jambi. Sejumlah kalangan menilai, keberadaan fasilitas hiburan malam berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila tidak melalui kajian yang matang dan tidak melibatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan. Terlebih, Provinsi Jambi dikenal menjunjung falsafah adat Melayu “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”, yang selama ini menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut sejumlah tokoh masyarakat, falsafah tersebut bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang hidup dan melekat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jambi. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan yang berpotensi berdampak terhadap tatanan sosial dan budaya dinilai perlu mendapatkan perhatian serius.“Pembangunan harus membawa manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai yang selama ini menjadi identitas daerah. Jangan sampai pembangunan yang mengatasnamakan investasi justru menimbulkan keresahan sosial dan memicu polemik di tengah masyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat. Selain persoalan budaya, masyarakat juga mempertanyakan prioritas pembangunan yang saat ini diarahkan pemerintah dan pihak terkait. Pasalnya, sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi keluhan warga, seperti penanganan banjir, pembangunan kolam retensi, hingga perbaikan infrastruktur publik, dinilai masih membutuhkan perhatian dan penyelesaian yang lebih serius. Menurut warga, munculnya wacana pembangunan club malam di tengah berbagai persoalan yang belum terselesaikan menimbulkan pertanyaan mengenai arah pembangunan daerah ke depan.“Publik tentu berhak bertanya mengapa yang muncul ke permukaan justru rencana pembangunan club malam, sementara persoalan yang langsung dirasakan masyarakat sehari-hari masih belum terselesaikan secara optimal. Ini bukan hanya soal investasi, tetapi juga menyangkut arah pembangunan daerah dan dampaknya bagi masyarakat,” ungkap salah seorang warga. Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak masuknya investasi ke Provinsi Jambi. Namun, investasi yang hadir diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi produktif, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat yang luas tanpa menimbulkan benturan dengan nilai sosial dan budaya setempat. Sejumlah pihak juga meminta pemerintah daerah, pengelola kawasan JBC, serta investor untuk menyampaikan informasi secara terbuka terkait rencana tersebut. Transparansi dinilai penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai konsep, tujuan, serta potensi dampak yang ditimbulkan dari pembangunan fasilitas hiburan malam itu.“Jangan sampai muncul kesan bahwa masyarakat hanya menjadi penonton dalam menentukan arah pembangunan kotanya sendiri. Ruang dialog harus dibuka agar aspirasi masyarakat dapat didengar dan dipertimbangkan,” tegasnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola JBC maupun pemerintah daerah terkait detail rencana, konsep usaha, perizinan, serta tahapan pembangunan yang diwacanakan.Ketiadaan informasi resmi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan klarifikasi guna memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan tetap mengedepankan kepentingan publik, nilai budaya daerah, serta keberlanjutan pembangunan Kota Jambi. Penulis Tim

Read More