Polres Bangka Barat Pasang Spanduk Peringatan di Aliran Sungai Peradong, Kapolres, Akan Petakan Titik Rawan Buaya

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 11 Februari 2026 – Polres Bangka Barat memasang spanduk imbauan waspada serangan hewan liar, khususnya buaya, di sekitar aliran sungai Desa Peradong, Dusun 2 Menggarau, Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (11/2/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Peradong, Sekretaris Desa, Bhabinkamtibmas Desa Peradong, perangkat desa, para kepala dusun, serta warga sekitar. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., mengatakan pemasangan spanduk ini merupakan langkah cepat kepolisian untuk mencegah adanya korban susulan akibat serangan hewan liar, khususnya buaya.“Ini adalah langkah preventif yang kami lakukan untuk melindungi masyarakat. Kami tidak ingin ada lagi warga yang menjadi korban serangan hewan buas seperti buaya. Karena itu, kami bergerak cepat memasang imbauan di titik-titik yang dinilai rawan,” ujar Pradana. Menurut dia, kawasan aliran sungai dan kolong-kolong di sejumlah wilayah Bangka Barat memang berpotensi menjadi habitat buaya. Oleh sebab itu, Polres Bangka Barat akan melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap titik-titik rawan. “Kami akan memetakan lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya, baik di aliran sungai maupun kolong-kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Pemetaan ini penting agar langkah pencegahan bisa lebih terarah,” katanya. Selain pemasangan spanduk, pihak kepolisian juga akan menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk para Bhabinkamtibmas dan personel di polsek, untuk aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai dan kolong, terutama pada pagi dan malam hari. Jika melihat atau mengetahui keberadaan buaya, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian,” kata Pradana. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polres Bangka Barat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan warga dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden serupa. Sementara itu, warga Desa Peradong mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan kepolisian. Mereka menilai pemasangan spanduk peringatan di lokasi rawan menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Penulis Tim

Read More

Respons Cepat Polres Bangka Barat Soal Ancaman Buaya Tuai Apresiasi Warga, Kapolres Siapkan Pemetaan dan Hotline Laporan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 11 Februari 2026 – Langkah cepat Polres Bangka Barat dalam merespons potensi ancaman satwa liar, khususnya buaya, di sejumlah aliran sungai dan kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Setelah pemasangan spanduk imbauan waspada di kawasan aliran Sungai Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (11/2/2026), Polres Bangka Barat langsung menyiapkan langkah lanjutan berupa pemetaan titik-titik rawan kemunculan buaya serta membuka layanan pengaduan cepat bagi warga. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Karena itu, selain pemasangan spanduk peringatan, kami akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya, baik di aliran sungai maupun kolong-kolong di Bangka Barat,” ujar Pradana. Menurut dia, pemetaan tersebut akan melibatkan jajaran polsek, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat untuk mengidentifikasi lokasi yang dinilai rawan. “Langkah ini bukan hanya reaktif, tetapi preventif dan terukur. Dengan pemetaan, kami bisa menentukan di mana saja perlu dipasang imbauan tambahan dan pengawasan lebih intensif,” katanya. Tak hanya itu, Polres Bangka Barat juga membuka akses layanan pengaduan cepat bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas warga. “Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi call center 110 atau melapor ke polsek terdekat jika melihat keberadaan buaya. Informasi sekecil apa pun sangat penting agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujar Pradana. Langkah tersebut dinilai warga sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman. Sejumlah warga Desa Peradong menyebut respons kepolisian tergolong cepat dan tidak menunggu hingga muncul korban baru. “Biasanya kalau sudah ada kejadian baru ramai. Tapi ini sebelum ada korban lagi sudah dipasang spanduk dan ada rencana pemetaan. Kami merasa lebih diperhatikan,” ujar salah seorang warga. Di sisi lain, kebijakan pemetaan titik rawan ini juga memicu perhatian publik karena dinilai sebagai langkah yang jarang dilakukan secara sistematis sebelumnya. Namun, banyak warga justru menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan penting dalam penanganan konflik manusia dan satwa liar di daerah yang memiliki banyak aliran sungai dan kolong bekas tambang. Kapolres menegaskan bahwa upaya ini akan dilakukan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bangka Barat dapat beraktivitas dengan aman. Ini komitmen kami. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi ancaman satwa liar bisa diminimalisasi,” kata dia.Dengan langkah preventif, pemetaan terstruktur, serta layanan laporan cepat, Polres Bangka Barat berharap potensi serangan satwa liar dapat ditekan dan rasa aman masyarakat tetap terjaga. Penulis Tim

Read More

Kapolres Bangka Barat Ingatkan Warga, Kolong Eks Tambang Bukan Lagi Area Aman

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 10 Februari 2026 – Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. menegaskan bahwa kolong bekas tambang di wilayah Bangka Barat tidak lagi aman untuk aktivitas warga, menyusul peristiwa serangan buaya terhadap seorang warga di Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga. Peringatan keras ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar tidak muncul korban berikutnya.“Peristiwa ini menjadi alarm serius. Kolong eks tambang yang berada dekat pemukiman memiliki potensi ancaman nyata. Kami minta masyarakat tidak beraktivitas di lokasi tersebut,” tegas Kapolres Bangka Barat melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa (10/2/2026). Kapolres menilai, munculnya buaya hingga ke daratan menunjukkan adanya perubahan perilaku satwa liar yang tidak bisa dianggap sepele. Polisi Ambil Sikap TegasSebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan publik, Kapolres Bangka Barat langsung menginstruksikan jajarannya untuk memperlakukan kolong eks tambang sebagai zona rawan. “Kapolsek jajaran diperintahkan untuk melakukan pemetaan lokasi, memasang spanduk peringatan, serta memastikan warga mendapatkan imbauan langsung. Ini bukan sekadar imbauan formal, tetapi langkah antisipasi untuk menyelamatkan nyawa,” ujar Yos. Polres Bangka Barat juga mendorong percepatan koordinasi dengan BKSDA dan DLHK untuk penanganan buaya agar tidak kembali masuk ke area pemukiman. Kapolres Bangka Barat secara khusus meminta masyarakat agar tidak menguji risiko dengan tetap beraktivitas di kolong eks tambang. “Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban selanjutnya. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting dibandingkan aktivitas apa pun di sekitar kolong,” kata Yos menegaskan. Masyarakat juga diminta segera melapor jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat bersama instansi terkait. Penulis Tim

Read More

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 10 Februari 2026 – Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari. Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman. Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya. “Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. “Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos. Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani. Polisi Ambil Langkah AntisipasiMenindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur. “Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos. Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang. Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.Imbauan Kepada MasyarakatPolres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya. “Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Tempelang, Seorang Pemuda Diamankan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 10 Februari 2026 – Upaya pemberantasan peredaran narkotika terus digencarkan Polres Bangka Barat. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Tempelang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (9/2/2026) malam. Pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan adanya aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satresnarkoba Polres Bangka Barat langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan seorang pria berinisial W.S. sekitar pukul 22.00 WIB. Terduga pelaku diamankan di sebuah rumah yang berlokasi di Kampung Lampu Merah, Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempelang. Dari hasil penggeledahan di tempat kejadian perkara, petugas menemukan satu paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,40 gram beserta sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba. “Petugas menemukan satu paket plastik klip berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu, timbangan digital, plastik klip kosong, uang tunai, serta satu unit telepon genggam,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa (10/2/2026).Selain sabu, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, timbangan digital, plastik pembungkus, serta sejumlah perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk mendukung peredaran narkotika. Usai diamankan, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Bangka Barat guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi kini masih mendalami asal-usul narkotika tersebut serta kemungkinan keterlibatan jaringan lain. Iptu Yos menegaskan, pengungkapan ini merupakan wujud komitmen Polres Bangka Barat dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke tingkat desa. Penulis Tim

Read More

Kapolres Bangka Barat, Pers Jembatan Informasi Polri ke Masyarakat

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 9 Februari 2026 – Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. menyebut pers berperan penting sebagai jembatan informasi antara Polri dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Bangka Barat pada Minggu (8/2/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada 9 Februari. “Pers membantu Polri menyampaikan informasi kepada masyarakat. Melalui media, pesan-pesan kepolisian bisa sampai dengan cepat dan mudah dipahami publik,” kata AKBP Pradana Aditya Nugraha. Menurutnya, keberadaan media sangat membantu tugas kepolisian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait kesadaran hukum dan pencegahan gangguan kamtibmas. Ia menambahkan, media juga berperan dalam mengajak masyarakat untuk ikut menjaga situasi keamanan di lingkungan masing-masing. “Informasi yang disampaikan media mendorong masyarakat lebih peduli terhadap keamanan dan ketertiban. Ini sangat membantu tugas Polri di lapangan,” ujarnya. Kapolres berharap kerja sama antara Polri dan insan pers terus terjaga, sehingga informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat tersampaikan secara berimbang dan tepat. Penulis Tim

Read More

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Pimpin Upacara, 94 Personel Terima Satya Lencana dari Presiden Prabowo

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 9 Februari 2026 – Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., memimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana di Halaman Mako Polres Bangka Barat, Senin (9/2/2026). Sebanyak 94 personel Polres Bangka Barat menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Rinciannya, Satya Lencana Pengabdian 24 Tahun diberikan kepada 22 personel, 16 Tahun kepada 65 personel, 8 Tahun kepada 6 personel, serta Satya Lencana Nararya kepada 1 personel. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya mengatakan, Satya Lencana merupakan bentuk penghargaan resmi dari Presiden RI kepada anggota Polri yang telah menunjukkan kesetiaan, kecakapan, kedisiplinan, dan pengabdian tanpa cela dalam kurun waktu tertentu. “Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada personel yang telah mengabdi dengan baik. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kinerja,” ujar Pradana. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bangka Barat. Upacara berlangsung khidmat dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman serta lancar. Penulis Tim 

Read More

Kapolres Bangka Barat Beri Penghargaan untuk Anggota Berprestasi, Ungkap Narkoba hingga Penyelundupan Timah

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 9 Februari 2026 – Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., memimpin langsung Upacara Pemberian Penghargaan bagi Anggota Polri Berprestasi di halaman Mako Polres Bangka Barat, Senin (9/2/2026) pagi. Upacara yang dimulai pukul 07.45 WIB itu dihadiri Wakapolres Kompol Albert D. H. Tampubolon, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polres Bangka Barat,Dalam amanatnya, AKBP Pradana Aditya Nugraha menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi institusi atas dedikasi dan kinerja nyata anggota di lapangan. “Penghargaan ini adalah bentuk komitmen pimpinan dalam memberikan apresiasi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa dalam pelaksanaan tugas. Ini juga menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus bekerja profesional dan berintegritas,” ujar Kapolres. Ungkap 7 Kasus Narkoba hingga Penyelundupan TimahDalam kegiatan tersebut, sejumlah personel menerima penghargaan atas keberhasilan pengungkapan kasus menonjol. AKP Nikko Panderi, S.H., selaku Kasat Resnarkoba Polres Bangka Barat bersama enam personel lainnya mendapat penghargaan atas keberhasilan mengungkap tujuh kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dalam rangka Operasi Antik Menumbing 2026.Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 498,36 gram. Selain itu, IPTU Yudi Lasmono, S.H., M.H., selaku Kasat Polairud Polres Bangka Barat bersama 21 personel menerima penghargaan atas pengungkapan kasus penyelundupan pasir dan balok timah di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok. Dalam kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti seberat 10.345 kilogram dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp 5 miliar. Penghargaan juga diberikan kepada AIPTU Dedy Irawan selaku Ps. Kasi TIK Polres Bangka Barat bersama dua personel lainnya atas inovasi konektivitas CCTV objek vital Tanjung Kalian dengan ASDP dalam rangka Operasi Lilin Menumbing 2025. Sementara itu, BRIPKA Eson Saputra, S.H., Ps. Kanit Reskrim Polsek Kelapa bersama tiga personel lainnya menerima penghargaan atas pengungkapan kasus pencurian aki tower Telkomsel di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Mentok, Parit Tiga, Tempilang, dan Kelapa. Dari kasus tersebut, polisi mengamankan 122 unit baterai tower sebagai barang bukti. Kapolres menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Polres Bangka Barat terus berkomitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam memberantas peredaran narkoba, tindak pidana ekonomi, serta kejahatan konvensional. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan soliditas seluruh personel. Saya berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan demi memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat,” kata dia. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Gerak Cepat Tangani Penemuan Mayat di Perairan Tembelok

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 9 Februari 2026 – Sesosok mayat dilaporkan ditemukan mengapung di perairan Tembelok, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (9/2/2026) siang. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang nelayan yang melintas di sekitar lokasi.Nelayan itu melihat jasad dalam posisi terlentang mengapung di tengah laut. Namun saat kembali ke lokasi setelah melaporkan kejadian tersebut, jasad sudah tidak lagi terlihat. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Bangka Barat bersama personel TNI AL langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan mengerahkan kapal patroli untuk melakukan pencarian. Dari pantauan di lapangan, sejumlah personel bersiaga di bibir pantai, sementara tim lain menyisir perairan Tembelok dan sekitarnya menggunakan kapal patroli. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, setelah menerima laporan dari nelayan, kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke lokasi dan mengerahkan personel untuk upaya pencarian,” ujar Yos, Senin. Ia menjelaskan, kondisi arus laut di lokasi cukup kencang sehingga menjadi kendala dalam proses pencarian. “Arus di sekitar perairan Tembelok saat ini cukup kuat. Hal ini berpotensi membuat jasad terbawa arus lebih jauh. Namun demikian, upaya pencarian terus kami lakukan” katanya. Menurutnya, proses pencarian lanjutan akan terus dilakukan hingga jasad berhasil ditemukan untuk kepentingan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari foto yang sempat beredar, jasad terlihat mengenakan pakaian berwarna biru dan dalam kondisi membengkak. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui. Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jalur laut di sekitar Tembelok, untuk segera melapor apabila kembali melihat keberadaan jasad tersebut. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Pastikan Festival Perang Ketupat Tempilang 2026 Berjalan Aman dan Kondusif

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 8 Februari 2026 – Polres Bangka Barat memastikan seluruh rangkaian Pesta Adat Perang Ketupat dan Sedekah Ruah Kecamatan Tempilang Tahun 2026 yang digelar di Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Minggu (8/2/2026), telah terlaksana dengan aman, tertib, dan kondusif hingga kegiatan berakhir. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. mengatakan, Polres Bangka Barat menurunkan 63 personel untuk mengamankan jalannya kegiatan budaya yang dihadiri sekitar seribu masyarakat tersebut. “Pengamanan kami lakukan secara menyeluruh mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi kegiatan, hingga pengawasan jalannya prosesi adat.Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujar AKBP Pradana. Menurut Kapolres, pengamanan tidak hanya dilakukan oleh Polres Bangka Barat, tetapi juga diperkuat oleh personel Polsek Tempilang, TNI dari Kodim 0431/Bangka Barat, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kabupaten Bangka Barat sebagai bentuk sinergi lintas instansi. AKBP Pradana menegaskan, tidak terdapat kejadian menonjol selama pelaksanaan Pesta Adat Perang Ketupat hingga kegiatan selesai.Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bangka Barat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Tempilang yang telah berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Keberhasilan pengamanan ini tidak terlepas dari dukungan dan kesadaran masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” katanya. Pesta Adat Perang Ketupat dan Sedekah Ruah merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Tempilang sebagai simbol rasa syukur sekaligus doa keselamatan. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Secara keseluruhan, pelaksanaan Pesta Adat Perang Ketupat Tempilang Tahun 2026 berjalan aman dan kondusif hingga selesai, mencerminkan kesiapsiagaan Polres Bangka Barat dalam memberikan rasa aman serta mendukung kegiatan adat dan budaya masyarakat. Penulis Tim

Read More