Diduga Seret Nama TNI untuk Lepas dari Sorotan, Klarifikasi HFZ soal Senjata Api Malah Bikin Publik Curiga
Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 24 Mei 2026 — Klarifikasi yang disampaikan oknum wartawan berinisial HFZ terkait dugaan penyetopan mobil pengangkut minyak di kawasan Bukit Alohu, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, justru memantik gelombang pertanyaan baru di tengah masyarakat. Alih-alih meredam polemik, pernyataan HFZ melalui media sosial dan platform MarahtulisTV malah dianggap membuka dugaan baru. Dalam klarifikasinya, HFZ menyebut senjata api yang tampak dalam video viral bukan miliknya, melainkan milik “oknum TNI”. Namun hingga kini, tidak ada penjelasan rinci siapa sosok yang dimaksud, apa kapasitasnya di lokasi, maupun alasan keberadaannya dalam peristiwa tersebut. Pernyataan yang menggantung itu memicu kecurigaan publik. Warga menilai penyebutan institusi TNI tanpa identitas yang jelas justru berpotensi menjadi tameng untuk mengaburkan persoalan utama, yakni dugaan aksi penyetopan kendaraan pengangkut minyak yang videonya telah tersebar luas. “Kalau benar itu milik oknum TNI, siapa orangnya? Kenapa tidak muncul ke publik? Dalam video juga tidak terlihat ada anggota TNI. Jangan sampai nama institusi dipakai untuk menakut-nakuti atau melindungi pihak tertentu,” ujar seorang warga Mestong yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada dugaan penyetopan mobil minyak, tetapi juga pada asal-usul dan legalitas senjata api yang muncul dalam video tersebut. Sebab, kepemilikan maupun penguasaan senjata api tanpa izin jelas merupakan persoalan pidana serius. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada klarifikasi sepihak yang beredar di media sosial. Polisi diminta segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pihak yang berada di lokasi, termasuk menelusuri siapa pemilik senjata api dan apakah benar terdapat keterlibatan oknum aparat. “Kalau memang ada oknum aparat terlibat, buka terang-benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Karena isu seperti ini sensitif dan bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” kata warga lainnya. Kasus dugaan penyetopan mobil minyak di jalur Bukit Alohu sendiri belakangan menjadi perhatian masyarakat karena disebut berkaitan dengan aktivitas distribusi minyak ilegal yang selama ini marak di wilayah perbatasan Muaro Jambi dan Batanghari. Publik kini menanti sikap tegas aparat penegak hukum dan institusi terkait agar polemik ini tidak berkembang menjadi spekulasi liar. Sebab jika benar ada pihak yang membawa-bawa nama TNI tanpa dasar yang jelas, hal itu dinilai sebagai tindakan serius yang dapat mencoreng nama institusi negara. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun institusi TNI terkait identitas pemilik senjata api yang disebut dalam klarifikasi HFZ. Penulis Tim