Bea Cukai Jambi. Diduga Tutup Mata Dan Tutup telinga Terkait Marak nya Peredaran Rokok Ilegal

Tajam24jam.com Jambi, 17 Januari 2025 – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi mengutuk keras tindakan Bea Cukai Jambi yang memilih mengunci pagar kantor mereka selama aksi unjuk rasa berlangsung. Langkah arogan ini tidak hanya menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap suara rakyat, tetapi juga penghinaan terang-terangan terhadap demokrasi, kebebasan berpendapat, dan hukum yang berlaku di negara ini.“Gedung itu dibangun dari uang rakyat, tapi mereka memperlakukannya seperti benteng pribadi! Apa yang mereka takutkan? Kenapa mereka begitu sibuk menghindari rakyat yang datang dengan tuntutan dan laporan yang sah?” tegas Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, dengan nada kecewa dan geram. Bea Cukai Jambi: Pelayan Publik atau Penjaga Mafia Rokok?Aksi unjuk rasa yang digelar AWaSI Jambi membawa tuntutan serius: copot Kepala Bea Cukai Jambi karena dianggap gagal menangani peredaran rokok ilegal yang terus merajalela di Provinsi Jambi. Namun, alih-alih menghadapi kenyataan dan mendengarkan aspirasi, Bea Cukai Jambi justru mengunci pagar mereka rapat-rapat, menghalangi dialog yang seharusnya menjadi bagian dari pelayanan mereka sebagai lembaga publik.Langkah ini menunjukkan satu hal: Bea Cukai Jambi tidak hanya gagal bekerja, tetapi juga menutup diri dari tanggung jawab. “Ini bukan hanya penghinaan terhadap kami sebagai demonstran, tapi juga penghinaan terhadap seluruh masyarakat Jambi yang ingin menyuarakan keadilan!” ujar Erfan. Melanggar UU: Sikap Bea Cukai Adalah Pelanggaran HukumTindakan Bea Cukai Jambi ini melanggar langsung beberapa undang-undang penting, antara lain: Sikap Bea Cukai Jambi menunjukkan bahwa mereka lebih peduli pada kenyamanan pribadi daripada tanggung jawab publik. Dengan mengunci pagar, mereka tidak hanya menghalangi dialog, tetapi juga menegaskan bahwa kantor itu bukan lagi milik rakyat, melainkan milik segelintir pejabat yang takut pada tanggung jawab.“Rokok ilegal merajalela di Jambi, tapi Bea Cukai malah sibuk jadi penjaga benteng yang takut pada rakyat. Ini adalah puncak dari kegagalan dan arogansi lembaga publik!” lanjut Erfan. Kritik Tajam AWaSI JambiKetua AWaSI Jambi memberikan kritik keras terhadap tindakan Bea Cukai Jambi: AWaSI Jambi menegaskan bahwa aksi ini hanyalah awal dari perjuangan untuk meminta pertanggungjawaban Bea Cukai Jambi. “Kami tidak akan berhenti sampai Kepala Bea Cukai Jambi dicopot, dan lembaga ini kembali melayani rakyat dengan benar!” ujar Erfan.“Kalau mereka pikir dengan mengunci pagar kami akan diam, mereka salah besar. Ini baru permulaan! Rakyat Jambi akan terus melawan hingga keadilan ditegakkan.” Tindakan Bea Cukai Jambi yang mengunci pagar adalah penghinaan terhadap rakyat, demokrasi, dan hukum yang berlaku. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka bukan lagi pelayan publik, melainkan lembaga yang hanya peduli pada kenyamanan diri sendiri.“Gedung itu milik rakyat, tetapi mereka menguncinya dari rakyat. Pertanyaannya sederhana: siapa yang sebenarnya mereka layani? Rakyat, atau mafia rokok ilegal?” tutup Erfan dengan penuh kekecewaan. Tagar untuk Viral• #CopotKepalaBeaCukaiJambi• #BeaCukaiDekorasiNegara• #RokokIlegalLebihBebasAksi ini bukan hanya menjadi sorotan di Jambi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa lembaga publik harus kembali ke prinsip dasarnya: melayani rakyat, bukan melawan rakyat. Penulis Team.

Read More

Pimpinan Bea Cukai Jambi Tidak Mau Diwancarai Awak Media, marak nya rokok ilegal

Tajam24jam.com Jambi Senin 13/01/2025 – Diduga marak nya peredaran barang ilegal diwalayah Jambi menjadi sorotan masyarakat serta Awasi Provinsi Jambi,Seperti hari ini Senin 13 Januari 2025 awasi provinsi Jambi melaksanakan unjuk rasa Saat melakukan unjuk rasa awasi Jambi mempertanyakan peran Bea Cukai Jambi dalam pengawasan barang ilegal Diwilayah jambi serta rokok dan lain nya, kerterbukan publik. Saat awak media mencoba mewawancarai ketua awasi provinsi Jambi erfan terkait Hering yang diterima oleh Bea cukai jambi Ketua awasi Jambi erfan mengatakan sangat disayang kan kita tidak ketemu sama pimpinan nya langsung hanya bisa ketemu humas nya saja , apa yang kita tanya kan ke humas Jawab nya kurang tepat dan efektif Padahal kita mau menanyakan sejauh mana kinerja peran Bea cukai Jambi dalam penindakan Diduga maraknya peredaran rokok ilegal seperti merek rokok Lukman,slava,novem,Oris,manchester Titan Eko Dll bertebaran di jambi Kemudian dalam pelayanan itu wajib malayani masyarakat atau organisasi mengetahui apa peran dinas atau instansi tersebut kerja atas laporan masyarakat, Sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Sanksi yang dapat diberikan apabila penyelenggara melakukan pelanggaran dalam pelayanan publik ada beberapa bentuk, yaitu berupa sanksi teguran tertulis, sanksi pembebasan dari jabatan, penurunan gaji, sanksi penurunan pangkat, sanksi pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, sanksi pemberhentian tidak dengan hormat, sanksi pembekuan misi dan/atau izin yang diterbitkan oleh instansi pemerintah, sanksi pencabutan izin yang diterbitkan oleh instansi pemerintah, sanksi membayar ganti rugi, sanksi pidana dan dikenai denda. Hal ini tercantum dalam Pasal 54 angka 1 UU Nomor 25 Tahun 2009, apabila penyelenggara atau pelaksana layanan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 15 huruf g, dan Pasal 17 huruf e dikenakan sanksi teguran tertulis Kemudian awak media lensaone.id meric Hermanto.SE menyampaikan sangat kecewa juga kepada Bae cukai Jambi kita awak media ingin wawancara tetapi tidak mau dan menghindar. kita tahu dalam menjalan kan tugas,Tugas jurnalistik sudah diatur Di UUD pers No 40 tahun 1999 Jangan menghalangi tugas jurnalistik ,Jurnalistik hanya mencari informasi dan menyampaikan ke masyarakat luas apa yang Dilihat didengar terjadi dilapangan ujar nya. Penulis Team.

Read More