Gerak Cepat di Tengah Perjalanan Dinas, Kanit Turjawali Polres Batanghari Selamatkan Korban Laka Lantas

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 26 Oktober 2026 — Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Kanit Turjawali Polres Batanghari, Benny Lesmana. Saat hendak berangkat bertugas, ia justru sigap menolong korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di kawasan Citra Raya. Tanpa menunda waktu, Benny bergerak cepat mengevakuasi korban dan membawanya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa tugas kepolisian bukan sekadar penegakan hukum dan pengaturan lalu lintas, tetapi juga hadir memberikan pertolongan saat masyarakat membutuhkan. Di tengah situasi darurat, kecepatan bertindak menjadi hal penting untuk memastikan korban segera memperoleh penanganan medis. Berdasarkan informasi yang disampaikan, korban diketahui bernama Ahmad Junaidi Siregar, beralamat sesuai KTP di Mekar Mulya, Desa Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Korban diketahui bekerja di pabrik tahu dekat bekas lokasi MTQ. Pihak yang mengetahui identitas korban diharapkan segera membantu mengabarkan kejadian ini kepada keluarga dan tempat korban bekerja agar keberadaan serta kondisi korban dapat diketahui. Tindakan Benny Lesmana mencerminkan semangat Polri yang hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Pertolongan cepat di lokasi kejadian menjadi wujud nyata kepedulian kemanusiaan tanpa harus menunggu adanya permintaan bantuan. Kini, informasi mengenai kondisi terkini korban masih perlu dipastikan. Diharapkan keluarga maupun pihak tempat korban bekerja segera mendapatkan kabar agar dapat berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan tempat korban dirawat, Puskesmas Desa Sungai Duren, Kabupaten Muaro Jambi. Penulis Tim

Read More

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Tajam24Jam.Com Batanghari, 25 Oktober 2026 – Warga di Kecamatan Mersam, Khususnya Warga Desa Mersam, Kembang Tanjung, Teluk Melintang, Sengkati Kecil dan Sungai Puar klaim tanah perkebunan PT Inti Agro Anugerah (IAA) dan Inti Citra Agung (ICA) masuk ke kelompok tani mersam jaya. Hal ini langsung dikatakan Daus, warga kecamatan setempat. “Selama ini lahan perkebunan kelapa sawit di seberang Kecamatan Mersam ini di akui oleh perusahaan tersebut dan saat ini sudah banyak di garap oleh warga di Kecamatan Mersam. Tentunya perusahaan tersebut tidak memiliki izin resmi dalam membuka lahan perkebunan di wilayah Kecamatan Mersam,” kata Daus. Dia juga mengakui, bahwa ada beberapa orang warga di dalam wilayah Kecamatan mersam sudah melakukan jual beli. Bahkan, sebahagian lagi sudah banyak di tanami kelapa sawit, karena selama ini pihak perusahaan diduga sudah merugikan negara dalam membuka lahan perkebunan di Kecamatan Mersam. “Dua perusahaan ini sudah lama pergi dan sempat diberi izin lokasi oleh pemerintah Kabupaten Batang Hari seluas 750 hektar. Namun, sempat mereka menanam dari luasan tersebut sebanyak 150 hektar, selebihnya sudah diduduki oleh warga setempat,” ujarnya. Senada dikatakan, Heri, bahwa lahan yang masuk ke dalam kelompok tani mersam Jaya lebih kurang 500 hektar dan termasuk keluhan perkebunan yang diakui oleh perusahaan ini. “Kami akan segera menggarap lahan perkebunan ini dan terdiri dari kelompok tani mersam Jaya. Kemudian kami akan membentuk masing-masing anggota untuk segera merekap warga yang sudah menjual belikan lahan tersebut, lalu akan kami laporkan kepihak yang berwajib,” jelasnya. Perlu kita ketahui, bahwa PT IAA (PT Inti Agro Anugerah) saat ini tidak memiliki kebun aktif maupun Hak Guna Usaha (HGU) operasional di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari. Secara historis, perusahaan ini sempat mendapatkan Izin Lokasi di wilayah Kecamatan Mersam pada sekitar tahun 2010. Namun, rencana pembangunan kebun kelapa sawit tersebut batal terealisasi karena alasan berikut: Oleh sebab itu, catatan resmi mengenai luas lahan tertanam (kebun jadi) milik perusahaan dengan nama PT IAA di area administrasi Kecamatan Mersam berjumlah 0 hektare (tidak ada). Izin lokasinya sudah kedaluwarsa dan dianggap pergi begitu saja sejak bertahun-tahun lalu. Kawasan perkebunan sawit skala besar yang aktif secara legal di Mersam saat ini dipegang oleh perusahaan-perusahaan swasta/negara lain yang memiliki HGU resmi yang terbit di luar konflik lahan tersebut. Berdasarkan penelusuran dan informasi terkait soal Take Over PT IAA/ICA Proses take over atau pengalihan operasional kelapa sawit dari PT IAA (Indonesia Aromatic Agro) ke PT ICA (Inti Citra Agung) di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, secara historis berkaitan dengan rangkaian penolakan izin lahan dan pergantian nama/manajemen perusahaan di wilayah tersebut. Berikut adalah fakta dan kronologi lapangan terkait kedua perusahaan tersebut di Mersam: Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat setempat dan investigasi konflik lahan di Mersam, PT IAA dan PT ICA ditengarai kuat merupakan perusahaan dengan afiliasi pemilik atau grup yang sama namun menggunakan nama/badan hukum yang berbeda. Akibat penolakan ini, operasional PT IAA sempat mandek karena gagal merayu warga untuk melepas tanah mereka. Setelah pergerakan PT IAA meredup, aktivitas perkebunan dan pembibitan tersebut dilanjutkan atau diambil alih oleh PT Inti Citra Agung (PT ICA). Perusahaan sempat berganti-ganti nama (termasuk sempat disebut PT CIA). PT ICA kemudian mendapatkan izin lokasi baru seluas kurang lebih 7.800 hektare. Meskipun operasional pembibitan dan lapangan dilanjutkan oleh PT ICA, konflik agraria dengan masyarakat setempat tetap berlanjut: Secara ringkas, take over tersebut lebih mengarah pada estafet izin operasional dan pergantian entitas hukum dari PT IAA ke PT ICA demi melanjutkan proyek perkebunan kelapa sawit yang sama di wilayah Mersam. Penulis Tim

Read More

Ledakan Saat Pengelasan di Workshop PT Devi Mandiri Batanghari, Dua Pekerja Tewas dan Tiga Luka Bakar

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 3 Oktober 2026 — Kecelakaan kerja tragis terjadi di workshop PT Devi Mandiri, Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Sabtu (3/10/2026). Ledakan saat proses pengelasan truk tangki mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia dan tiga pekerja lainnya mengalami luka bakar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi ketika pekerja melakukan pengelasan pada truk tangki yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut minyak mentah. Percikan api diduga memicu ledakan yang menyambar para pekerja di lokasi. Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Ramadhan (26), warga Pallima, Kota Jambi, dan Arka Promadana (23), warga Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Sementara tiga korban luka bakar adalah Luky Purnomo (24), Muhammad Handoko (29), dan Eko Susilo (46). Kasatreskrim Polres Batanghari membenarkan kejadian tersebut. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Insiden di lingkungan workshop PT Devi Mandiri ini menyoroti pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam pekerjaan pengelasan tangki bekas pengangkut minyak yang berpotensi menyisakan uap atau residu bahan mudah terbakar. Aparat penegak hukum diharapkan menyelidiki penerapan prosedur keselamatan di lokasi kejadian, termasuk pemeriksaan dan pembersihan tangki, pengujian kondisi aman sebelum pengelasan, serta penggunaan alat pelindung diri bagi pekerja. Dari aspek hukum, penyelidikan dapat mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Apabila ditemukan bukti adanya kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia, pertanggungjawaban hukum pihak-pihak terkait perlu dikaji berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Polisi diharapkan mengusut tuntas penyebab ledakan di workshop PT Devi Mandiri, memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur K3, serta menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan. Hingga berita ini disusun, penyebab pasti ledakan dan ada atau tidaknya unsur kelalaian masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian. Belum ada kesimpulan yang memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Hotspot di Desa Pelayangan Batanghari, Luas Lahan Terbakar ±0,8 Hektare

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 5 Oktober 2026 – Tim gabungan dari Polri, TNI dan Manggala Agni melakukan pengecekan sekaligus penanganan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Senin (5/10/2026). Pengecekan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB setelah personel piket Polsek Muara Tembesi menerima informasi dari Manggala Agni Daops X Muara Bulian terkait adanya titik panas di wilayah tersebut. Setibanya di lokasi, tim menemukan lahan dengan luas keseluruhan sekitar 4 hektare, dengan area yang terbakar diperkirakan mencapai ±0,8 hektare. Kebakaran diperkirakan terjadi sejak Minggu (4/10/2026). Dalam penanganan tersebut, sebanyak tiga personel Polri, satu personel TNI dan dua personel Manggala Agni dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dipadamkan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, langkah cepat dilakukan setelah informasi hotspot diterima untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas. “Begitu menerima informasi adanya titik panas, personel bersama TNI dan Manggala Agni langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Tim kemudian melakukan upaya pemadaman dan saat ini api sudah berhasil dipadamkan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Kombes Pol. Erlan menegaskan, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pemilik lahan serta penyebab terjadinya kebakaran. “Kami juga melakukan penyelidikan terhadap pemilik kebun atau lahan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali titik api. Penanganan karhutla tidak hanya sebatas pemadaman, tetapi juga memastikan penyebabnya dapat diketahui,” jelasnya. Lebih lanjut Kombes Pol. Erlan Munaji mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi memicu kebakaran meluas. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat, “tutupnya. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Sungai Pulai Batanghari, Setengah Hektare Lahan Terbakar

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 6 Oktober 2026 – Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di RT 09 Bedeng Tengah, Desa Sungai Pulai, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kebakaran tersebut terjadi pada lahan milik warga bernama Edi. Dari total luas lahan sekitar 4 hektare, diperkirakan lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 0,5 hektare. Informasi kebakaran diterima piket Polsek Muara Tembesi dari Manggala Agni Daops X Muara Bulian. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Muara Tembesi bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan titik api sekaligus upaya pemadaman. Pemadaman melibatkan 2 personel Polri, 2 personel TNI, 10 personel Manggala Agni, 10 personel BPBD Kabupaten Batanghari, 7 personel Damkar, serta 2 personel Satpol PP. Dalam proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya mobil tangki Manggala Agni, mobil Damkar, tangki BPBD, mobil PAM Satpol PP, kendaraan operasional Manggala Agni, sepeda motor TNI serta kendaraan Bhabinkamtibmas. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi saat ini sudah aman. “Alhamdulillah, berkat respons cepat dan kerja sama tim gabungan, titik api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menegaskan, Polda Jambi bersama jajaran dan seluruh stakeholder terkait terus meningkatkan langkah pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang rawan terjadi karhutla. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Apabila menemukan adanya titik api atau mengetahui terjadinya kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” tegasnya. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materi yang dilaporkan. Tim gabungan juga terus melakukan pendinginan dan monitoring di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penulis Tim

Read More

“APPSI Batang Hari Resmi Dilantik, Ari B. Pratiwi (Riri) : Pedagang Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah”

Tajam24Jam.Com Batanghari, 22 September 2026 — Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kabupaten Batang Hari resmi dilantik pada Selasa (22/9/2026). Kepengurusan DPD APPSI Batang Hari dipimpin Eso Pamenan sebagai ketua. Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi APPSI untuk memperkuat posisi pedagang sekaligus membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Ketua DPW APPSI Provinsi Jambi, Ari Budhi Pratiwi (Riri), menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan APPSI Batang Hari. Ia menegaskan, organisasi pedagang tidak cukup hanya hadir sebagai wadah berkumpul, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Menurut Riri, APPSI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus wadah advokasi dan pemberdayaan pedagang. “APPSI harus hadir untuk memajukan pedagang pasar. Kita ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pengelola pasar dan seluruh stakeholder agar berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Riri. Ia mengatakan, sejumlah persoalan yang dihadapi pedagang pasar membutuhkan komunikasi dan koordinasi lintas pihak. Di antaranya keamanan pasar, parkir, fluktuasi harga, ketersediaan kebutuhan pokok hingga akses pedagang terhadap komoditas dengan harga yang lebih terjangkau. Riri juga membuka peluang penguatan kerja sama APPSI dengan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, untuk memperluas akses pedagang terhadap sejumlah komoditas pangan seperti beras SPHP dan gula. Namun, menurut dia, peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan organisasi, terutama dari sisi administrasi, pendataan dan komunikasi agar program benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pedagang. “Peluang kerja sama itu ada. Tinggal bagaimana teman-teman di daerah mempersiapkan administrasi, membangun komunikasi dan memastikan pedagang yang membutuhkan bisa mengaksesnya,” katanya. Selain akses komoditas pangan, Riri mendorong APPSI Batang Hari membangun jaringan organisasi hingga tingkat komisariat di pasar-pasar. Menurutnya, penguatan struktur penting agar persoalan pedagang dapat dihimpun langsung dari lapangan dan tidak berhenti pada persoalan individu. “Struktur harus diperkuat, jaringan harus dibangun. APPSI harus mampu menjemput peluang, menjalankan program pemberdayaan, memperkuat advokasi, membuka akses permodalan dan mendorong modernisasi jaringan perdagangan,” ujar Riri. Pedagang Diminta Tidak Hanya Menunggu Ketua DPD APPSI Batang Hari, Eso Pamenan, mengatakan pembentukan kepengurusan APPSI berangkat dari berbagai persoalan yang dihadapi pedagang. Mulai dari persoalan keamanan pasar, kondisi pasar yang relatif sepi, perubahan pola belanja masyarakat, distribusi barang hingga akses terhadap peluang ekonomi. “Saya tidak berdiri di sini karena merasa paling tahu tentang pasar. Pedaganglah yang paling tahu bagaimana denyut pasar setiap hari. Tugas kami adalah mendengar suara itu, menyampaikannya, dan kalau memungkinkan ikut mencarikan jalan keluarnya,” kata Eso. Ia mencontohkan kondisi Pasar Kramat Tinggi Muara Bulian. Persoalan keamanan menjadi salah satu keluhan yang disampaikan pedagang. Seorang pedagang bahkan menyampaikan kepadanya, “Kini ko, jangankan tabung gas 3 kilo, kerupuk be diembat jugo.” Menurut Eso, persoalan keamanan perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pedagang maupun pembeli. Selain keamanan, ia menyoroti berkurangnya angkutan kota dan ojek, munculnya pasar-pasar kecil di sekitar permukiman serta perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa berbelanja secara daring. “Kita tidak cukup hanya mengatakan pasar sedang sepi. Kita harus bertanya, mengapa pasar sepi dan apa yang bisa kita lakukan?” ujarnya. Eso juga mengungkapkan pesan Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief sebelum pelantikan. Menurut Eso, Bupati mendorong APPSI agar tidak hanya menunggu program atau proyek dari pemerintah pusat, tetapi mampu menciptakan terobosan yang memberikan manfaat langsung bagi pedagang. Salah satu persoalan yang disoroti adalah panjangnya rantai distribusi komoditas pertanian. Eso mencontohkan sayuran yang berasal dari kebun di Muara Bulian, kemudian dijual kepada pengepul di Jambi sebelum kembali dipasarkan kepada pedagang di Pasar Kramat Tinggi. “Kalau rantai itu bisa diputus melalui APPSI, banyak yang akan terbantu dan uang bisa terus berputar di Batang Hari,” kata Eso mengutip pesan Bupati. Karena itu, APPSI Batang Hari ke depan tidak hanya diarahkan pada advokasi persoalan pedagang, tetapi juga membuka peluang kemitraan, memperpendek rantai distribusi, mempertemukan produsen dengan pedagang serta memperkuat ekonomi lokal. APPSI Jadi Jembatan Pemerintah dan Pedagang Pemerintah Kabupaten Batang Hari menyambut baik terbentuknya DPD APPSI. Asisten III Setda Batang Hari Asri Yonalsyah, A.P., M.E., yang mewakili Bupati Batang Hari, mengatakan APPSI dapat mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, dinas teknis dan pedagang. Menurut Asri, salah satu persoalan yang kerap muncul adalah adanya kesenjangan antara bahasa teknis pemerintah dengan bahasa yang dipahami masyarakat di lapangan. Karena itu, APPSI diharapkan dapat membantu menerjemahkan kebijakan pemerintah agar lebih mudah dipahami pedagang sekaligus menjadi kanal umpan balik dari pasar kepada pemerintah. Asri juga menekankan pentingnya memastikan informasi mengenai harga maupun kondisi pasar telah diverifikasi sebelum menjadi dasar pengambilan kebijakan. “Intinya bagaimana komunikasi teknis dengan lapangan bisa berjalan dengan baik, sehingga kebijakan yang dibuat pemerintah dapat dipahami dan dilaksanakan masyarakat,” ujarnya. Bangun Organisasi dari Pasar Eso mengatakan pembentukan sejumlah komisariat APPSI di pasar-pasar Batang Hari masih dalam proses. Ia menegaskan, pembentukan komisariat tidak semata-mata mengejar jumlah kepengurusan, tetapi harus benar-benar lahir dari kebutuhan pedagang. “Kami tidak ingin membangun organisasi dari balik meja. Kami ingin membangun APPSI dari suara yang terdengar langsung dari pasar,” katanya. Pelantikan DPD APPSI Batang Hari berlangsung sederhana tanpa rangkaian seremoni berlebihan, karangan bunga maupun acara hiburan. Bagi Eso, kesederhanaan tersebut merupakan bagian dari pesan bahwa pelantikan bukanlah tujuan akhir organisasi. “Tidak banyak yang perlu dirayakan hari ini. Sebab perjalanan kita justru baru dimulai. Hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah titik awal,” ujarnya. Ia berharap APPSI Batang Hari dapat bekerja bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pedagang sekaligus menggerakkan kembali ekonomi pasar rakyat. “Ketika pedagang kuat, pasar bergerak. Ketika pasar bergerak, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Dan ketika ekonomi masyarakat tumbuh, Batang Hari ikut tumbuh,” pungkasnya. (*) Penulis Tim

Read More

DANREM 042/GAPU TINJAU KARHUTLA DI TAHURA BATANGHARI, PETUGAS DIBEKALI LOGISTIK DAN VITAMIN

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, JAMBI, 7 September 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin turun langsung meninjau lokasi Karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Kabupaten Batanghari, Senin (7/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Karhutla sekaligus memastikan upaya penanganan dan pemadaman di lapangan berjalan optimal. Danrem juga berkoordinasi dengan unsur terkait mengenai perkembangan situasi serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengendalikan kebakaran. Di tengah aktivitas penanganan Karhutla, Danrem memberikan dukungan makanan dan vitamin kepada para petugas yang berada di lokasi. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap personel yang bekerja di lapangan, sekaligus membantu menjaga stamina mereka selama melaksanakan tugas. “Kita memberikan dukungan kepada para petugas yang berada di lapangan agar tetap memiliki stamina dalam melaksanakan tugas penanganan Karhutla. Penanganan ini membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak,” ujar Danrem. Danrem menegaskan, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, instansi teknis, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran serta mencegah api kembali meluas. Dalam peninjauan tersebut, Danrem juga melihat kesiapan personel dan koordinasi antarunsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla di kawasan Tahura Batanghari. Setiap unsur terus bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan mengutamakan keselamatan personel. Kegiatan turut diikuti Kasiops Korem 042/Gapu, Kepala BPBD Kabupaten Batanghari, personel TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD, BWS Wilayah Sumatera IV, serta masyarakat. Kehadiran unsur gabungan di lokasi menunjukkan kuatnya sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla di Jambi. Upaya pemadaman, pendinginan, pemantauan, dan pencegahan terus dilakukan secara terpadu guna menekan risiko meluasnya kebakaran. Danrem 042/Gapu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan gerak cepat, sinergi, dan kepedulian bersama. TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung upaya pemerintah dalam melindungi kawasan hutan, lingkungan, dan masyarakat dari ancaman Karhutla. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

KARHUTLA TAHURA BATANG HARI KEMBALI JADI PERHATIAN, KASIOPS KOREM 042/GAPU DAMPINGI GUBERNUR JAMBI TINJAU LANGSUNG LOKASI

Tajam24Jam.Com BATANG HARI, JAMBI, 4 September 2026 — Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus digencarkan. Kali ini, Kasiops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi, S.I.P., M.I.Pol. mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau langsung lokasi Karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batang Hari, Jumat (4/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini kawasan yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan cepat, terpadu dan terukur. Kawasan Tahura Batang Hari menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam penanganan Karhutla. Sebelumnya, kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan kembali terjadi dengan luasan sekitar enam hektare, sementara kondisi medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam. Dalam peninjauan tersebut, Kasiops Korem 042/Gapu bersama Gubernur Jambi melihat langsung kondisi kawasan terdampak serta koordinasi penanganan yang dilakukan unsur gabungan. Kehadiran unsur TNI menjadi bagian dari komitmen Korem 042/Gapu dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk mencegah api meluas serta mempercepat proses pemadaman dan pendinginan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kalak BPBD Provinsi Jambi, Kalak BPBD Kabupaten Batang Hari, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, personel TNI-Polri serta unsur terkait lainnya. Sinergi lintas instansi terus diperkuat, mengingat penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan dan kerja bersama di lapangan. Sebelumnya, tim gabungan juga telah melakukan patroli dan pemadaman titik api di kawasan Tahura dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD serta petugas pengamanan hutan. Kasiops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Peninjauan ini sekaligus menjadi langkah untuk memastikan penanganan Karhutla di kawasan Tahura Batang Hari terus dilakukan secara maksimal, sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas dan mengancam kawasan hutan serta lingkungan di sekitarnya. TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan seluruh unsur terkait terus bergerak bersama. Pesannya jelas: api harus dikendalikan, Karhutla harus dicegah, dan kelestarian hutan Jambi harus dijaga. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Ilegal Drilling di Km 33 Makin Menggila, Ratusan Sumur Baru Diduga Beroperasi: Ke Mana Pengawasan Aparat?

Tajam24Jam.Com BATANGHARI–SAROLANGUN, 28 Agustus 2026 — Aktivitas illegal drilling di kawasan perbatasan Kabupaten Batanghari dan Sarolangun, tepatnya di sekitar Km 33, kian mengkhawatirkan. Berdasarkan penelusuran tim di lapangan, ratusan sumur minyak ilegal diduga masih aktif, bahkan sejumlah sumur baru disebut terus dibor secara masif. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius: bagaimana aktivitas pengeboran yang berlangsung terbuka dan dalam jumlah besar itu bisa terus berjalan tanpa terpantau aparat penegak hukum, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi? Dari informasi yang dihimpun di lapangan, setiap produksi minyak mentah dari sumur-sumur tersebut disebut telah dibebani berbagai bentuk pungutan. Di antaranya fee tanah sekitar Rp20 ribu per jeriken, fee tuan tanah yang disebut mencapai 20 persen dari hasil produksi, zakat 2,5 persen, serta uang koordinasi sekitar Rp20 ribu per jeriken. Jika produksi satu sumur mencapai sekitar 50–80 jeriken per hari, maka perputaran uang dari aktivitas tersebut jelas bukan angka kecil. Dengan ratusan sumur yang disebut aktif, nilai ekonomi dari kegiatan pengeboran ilegal ini patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pemerintah. Nama Pemilik Sumur hingga Dugaan Keterlibatan Oknum Muncul Dalam penelusuran di lapangan, tim juga memperoleh informasi mengenai sejumlah nama yang disebut-sebut memiliki atau mengelola sumur, antara lain Putu, Iwan Jenang, Setiawan, Daeng Candra, Gusti Suban, Edo dan kelompok yang disebut “Tiga Serangkai”, serta sejumlah nama lainnya. Namun, informasi tersebut masih merupakan temuan dan keterangan lapangan yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Tidak dapat serta-merta disimpulkan bahwa nama-nama tersebut terbukti melakukan tindak pidana tanpa adanya proses hukum dan pembuktian yang sah. Yang lebih serius, investigasi juga memunculkan dugaan adanya keterlibatan sejumlah oknum yang disebut berasal dari unsur TNI maupun Polri. Masing-masing diduga memiliki peran tertentu dalam aktivitas tersebut. Jika dugaan ini benar, persoalannya bukan lagi sekadar aktivitas pengeboran minyak ilegal, melainkan menyentuh dugaan perlindungan, koordinasi, atau pembiaran oleh oknum aparat. Minyak Mentah Mengalir ke Jalur Perdagangan Ilegal Minyak mentah hasil pengeboran disebut dikumpulkan oleh sejumlah pengepul yang berada di sekitar lokasi. Sebagian hasil produksi bahkan diduga dibawa ke wilayah Desa Jati Baru untuk selanjutnya dipasarkan kepada kilang minyak ilegal (illegal refinery) di wilayah Sumatera Selatan. Rantai distribusi ini menunjukkan bahwa aktivitas illegal drilling di Km 33 bukan aktivitas sporadis yang berdiri sendiri. Ada dugaan mata rantai mulai dari pengebor, pemilik lahan, pengepul hingga pengolah minyak mentah. Pertanyaannya kemudian semakin besar: siapa yang mengendalikan rantai bisnis tersebut dan siapa yang memastikan aktivitas itu tetap berjalan? Polda Jambi Diminta Tidak Menutup Mata Maraknya sumur-sumur baru yang terus bermunculan seharusnya menjadi alarm bagi Ditreskrimsus Polda Jambi. Jika benar ratusan sumur aktif berada di satu kawasan dan produksi berlangsung setiap hari, publik berhak mengetahui sejauh mana pengawasan dan penindakan telah dilakukan. Dugaan adanya fee, uang koordinasi hingga keterlibatan oknum aparat juga harus menjadi pintu masuk untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Jangan sampai hukum hanya tajam terhadap pekerja di lapangan, sementara aktor yang diduga menikmati keuntungan terbesar justru tidak tersentuh. Kini bola berada di tangan aparat penegak hukum. Apakah kawasan Km 33 akan benar-benar ditertibkan, atau aktivitas illegal drilling tersebut akan terus tumbuh menjadi industri minyak ilegal yang semakin besar? Publik menunggu jawaban dan tindakan nyata. Penulis Tim

Read More

Satgas Karhutla Gabungan Temukan dan Padamkan Titik Api Saat Patroli Karhutla di Tahura Batanghari

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 25 Agustus 2026 – Personel Satuan Brimob Polda Jambi yang tergabung dalam Posko Terpadu Satgas Karhutla Provinsi Jambi menemukan dan memadamkan titik api saat melaksanakan patroli di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), Kabupaten Batanghari, Selasa (25/8/2026). Patroli tersebut dilaksanakan di wilayah Posko 06 Sridadi, Tahura Batanghari, yang merupakan salah satu kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin keberadaan titik api sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman dari potensi kebakaran meluas. Saat melakukan patroli, personel gabungan menemukan adanya titik api. Petugas kemudian langsung bergerak melakukan pemadaman di lokasi. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Pemadaman melibatkan personel gabungan dari Yonif 142, Satuan Brimob Polda Jambi dan BPBD Provinsi Jambi, dengan dukungan petugas pengamanan hutan dari Dinas Lingkungan Hidup. Berkat respons cepat dan koordinasi antarinstansi, titik api tersebut berhasil dikendalikan. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, patroli dan penanganan langsung terhadap titik api merupakan bagian dari upaya terpadu Polda Jambi dalam mencegah dan menangani Karhutla. “Personel di lapangan terus kami dorong untuk meningkatkan patroli, pemantauan dan ground checking terhadap setiap informasi maupun temuan titik api. Ketika ditemukan adanya api, harus segera dilakukan penanganan agar tidak berkembang dan meluas,” ujar Erlan. Ia menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur yang terlibat. Karena itu, Polda Jambi bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat terus memperkuat koordinasi di wilayah-wilayah yang memiliki potensi Karhutla. “Sinergi dan respons cepat menjadi kunci dalam pencegahan Karhutla. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” katanya. Selain meningkatkan patroli dan ground checking, personel di lapangan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah rawan. Setiap temuan titik api menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti guna mencegah terjadinya perluasan kebakaran. Polda Jambi juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan Karhutla. “Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan Karhutla. Jika menemukan titik api, segera laporkan sehingga dapat dilakukan pengecekan dan penanganan secepat mungkin,” tutup Erlan. Patroli dan pemadaman cepat yang dilakukan personel gabungan di Tahura Batanghari tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat pencegahan Karhutla di Provinsi Jambi, sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan. Penulis Tim

Read More