Bertentangan dengan Julukan Kota Jambi Beradat, Sejumlah Ormas Desak Penutupan Helen’s Play Mart

Tajam24Jam.Com JAMBI, 12 Januari 2026 — Sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu (ALAT JITU) mendesak Pemerintah Kota Jambi dan DPRD Kota Jambi untuk segera menutup operasional Helen’s Play Mart. Keberadaan tempat hiburan tersebut dinilai bertentangan dengan nilai-nilai adat dan budaya Melayu Jambi yang selama ini menjadi identitas daerah. Menurut ALAT JITU, pembangunan Kota Jambi seharusnya menjunjung tinggi harkat dan martabat adat serta kebudayaan Melayu, sejalan dengan julukan Jambi sebagai kota beradat. Kehadiran tempat hiburan yang menyuguhkan musik keras dan minuman beralkohol dianggap berpotensi merusak moral generasi muda dan mencederai nilai budaya lokal. “Helen’s Play Mart dinilai tidak mencerminkan pemikiran maju yang beradab, justru menghadirkan hiburan yang tidak bermutu dan kerap memicu keributan antar pengunjung,” ujar perwakilan ALAT JITU dalam keterangannya. ALAT JITU juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah dan DPRD Kota Jambi terkait pemberian izin usaha tersebut. Mereka menilai proses perizinan dilakukan tanpa kajian mendalam terhadap norma adat dan budaya Melayu Jambi, baik di tingkat kota maupun provinsi. Padahal, lanjut mereka, lembaga adat sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi awal untuk penutupan. Namun hingga kini, rekomendasi tersebut belum ditindaklanjuti secara tegas oleh pihak berwenang. Atas dasar itu, ALAT JITU menyampaikan tuntutan sebagai berikut:Lembaga Adat Melayu Jambi tingkat provinsi dan kota diminta mengeluarkan rekomendasi tegas dan final kepada Pemerintah Kota Jambi dan DPRD Kota Jambi untuk segera menutup Helen’s Play Mart, terhitung mulai Senin, 12 Januari 2026.Seluruh komponen masyarakat diharapkan mendukung penutupan tersebut, serta mendorong pemerintah, DPRD, dan lembaga adat mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik secara terbuka. Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai alasan Helen’s Play Mart menjadi fokus aksi, ALAT JITU menjelaskan bahwa lokasi tempat hiburan tersebut berada di kawasan yang dinilai sangat sensitif secara historis dan kultural.“Keberadaan Helen’s Play Mart berdekatan dengan kompleks sejarah Kerajaan Melayu Jambi, termasuk Masjid Agung Al-Falah yang memiliki nilai sejarah sejak abad ke-19,” jelas mereka. Selain itu, lokasinya juga berada tidak jauh dari Rumah Dinas Gubernur Jambi, yang menurut ALAT JITU merupakan simbol dan bukti sejarah cikal bakal adat dan budaya Melayu Jambi pada masa pemerintahan Sultan Thaha Syaifuddin, Sultan Kerajaan Melayu Jambi. ALAT JITU menegaskan bahwa desakan penutupan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat adat dalam menjaga marwah budaya Melayu Jambi agar tetap lestari di tengah arus modernisasi. Penulis Tim

Read More

HELEN’S PLAY MART sudah menistakan NORMA ADAT JAMBI

Adat dijunjung, Budayo di sanjung…Salam Adat Salam Sepakat…. Tajam24Jam.Com Jambi, 31 Desember 2025 – ALAT JITU atau Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu adalah kumpulan dari beberapa lembaga dan Ormas di Jambi yg tergabung dalam satu pemahaman dan satu pandangan di dalam menyikapi persoalan2 sosial lingkungan masyarakat Jambi, adapun masalah yg sa’at ini menjadi perhatian ALAT JITU berkenaan dengan sebuah badan usaha swasta hiburan malam, dengan konsep hiburan anak muda mudi, adapun juga tempat Hiburan Malam itu menyuguhkan minuman beralkohol, tempat itu berlabel HELEN’S PLAY MART (HPM), Aktivitas usaha tersebut di nilai berdamapak negatif bagi masyarakat generasi muda bangsa dan anak negeri. Peradaban dan adat istiadat masyarakat mengalami pergeseran, akibat trending atau gaya hidup yg jauh dari norma2 Agama, Adat dan Budaya yg di miliki Masyarakat Melayu Jambi, tersiar kabar dari beberapa media, Helen’s Play Mart juga sering terjadi insiden keributan antar pengunjungnya, di duga faktor penyebabnya diakibatkan mengkonsumsi minuman Beralkohol yang di jual bebas. Aspek yang paling mencolok dari aktivitas pengunjung Helen’s Play Mart, dari para pengunjung wanita yg mengenakan pakaian sexy sambi mengumbar syahwat, pemandangan yg demikian itu menambah keyakinan masyarakat Jambi bahwa tempat hiburan malam itu bukan hanya tempat hiburan semata, di duga menjadi tempat transaksi sex bebas. Dari laporan dan pengaduan masyarakat Jambi kepada ALAT JITU, membuat para aktivis sebagai sosial kontrol menyimpulkan lewat tuntutan aksi unjuk rasa agar pihak terkait untuk TUTUP dan STOP Operasional HELENS PLAY MART…karena azas manfaat tempat itu secara Agama Adat lebih membawa mudharat ketimbang manfaat, untuk itu sekali lagi kami dari Aliansi Masayarakt Adat Melayu Jambi Bersatu mengutuk usaha itu, segerakan untuk di TUTUP. Rabu malam, 31 Desember 2025 Kapolsek Pasar Jambi Kompol Ferry Ysqara dengan tegas menyampaikan kepada masyarakat dan ALIANSI JITU bahwa pihak Manajemen HELEN’S PLAY MART tidak beroperasional pada malam Tahun Baru. Namun Kenyataannya setelah massa aksi pendemo membubarkan diri, pihak manajemen HPM melanggar kesepakatan dengan membuka kembali aktifitasnya terbukti dengan banyaknya anak-anak muda yang mulai berdatangan dan masuk ke tempat tersebut. Sudah dapat disimpulkan bahwa Pemerintah dengan alasannya perizinan sudah memenuhi persyaratan yang ada sehingga tempat tersebut Layak beroperasional. ALAT JITU dengan tegas menyatakan HELEN’S PLAY MART sudah menistakan NORMA ADAT JAMBI. Penulis Tim

Read More