Kapolda Ultimatum AKBP Mat Sanusi: Pilih Seragam Polri atau Ketua KONI
Tajam24Jam.Com JAMBI, 18 September 2025 – Polemik rangkap jabatan AKBP Mat Sanusi kian panas dan sulit terbendung. Kapolda Jambi Irjen Krisno Halomoan Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol Mulia Prianto, akhirnya mengeluarkan ultimatum keras: Mat Sanusi harus memilih, tetap sebagai perwira menengah Polri atau melepas seragam demi kursi Ketua KONI Provinsi Jambi. Sanusi yang masih aktif sebagai anggota Polri berhasil terpilih sebagai Ketua KONI Provinsi Jambi periode 2025–2029 dalam Musorprovlub, 30 Juni 2025 lalu. Namun, kemenangan itu justru menyeretnya ke pusaran kontroversi. Pasal 28 ayat (3) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian secara tegas melarang anggota Polri aktif menduduki jabatan di organisasi non-pemerintah, termasuk KONI. “Sudah kami sampaikan langsung agar yang bersangkutan menentukan sikap. Tapi sampai hari ini, belum ada jawaban, baik tertulis maupun lisan,” tegas Kombes Mulia, Kamis (18/9/2025). Situasi semakin memanas ketika Aliansi Keadilan Bersama Polri (AKBP) turun ke jalan. Mereka berunjuk rasa di Mapolda Jambi pada 21 Juli 2025 lalu, menuntut Sanusi mundur dari jabatan Ketua KONI jika tetap bersikukuh memakai seragam polisi. Menurut massa aksi, diamnya Sanusi bisa menjadi preseden buruk sekaligus mencoreng marwah institusi Polri. Kasus ini kini sudah masuk ke ranah etik. Paminal bahkan telah meminta Propam untuk memeriksa dugaan pelanggaran kode etik yang menjerat Sanusi.“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” ujar Kombes Mulia menambahkan. Aliansi masyarakat sipil juga mendesak Kapolda tidak setengah hati.“Jika dibiarkan, ini bisa jadi bola panas yang merusak kepercayaan masyarakat. Kapolda harus bertindak tegas,” tegas Alion, koordinator aksi. Dengan adanya ultimatum Kapolda, jalan Mat Sanusi semakin jelas dan tanpa ruang abu-abu: melepas seragam kebanggaan Polri demi jabatan Ketua KONI, atau tetap setia pada institusi dengan mengorbankan ambisi olahraga. Publik kini menanti, apakah Sanusi akan berani mengambil keputusan, atau terus larut dalam kebisuan yang justru memperkeruh situasi. Penulis Tim